Ketua IDI Bekasi: Dokter Melayani Manusia, Bukan Asuransinya

Kamarudin Askar Ketua IDI Kota BekasiBEKASI SELATAN – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Kamarudin Askar, menegaskan bahwa dalam asosiasi keprofesian, seorang dokter pada hakikatnya haruslah memandang pasien bukan dari asuransi yang dipakainya, tapi karena manusianya itu sendiri.

“Kita melayani manusia, bukan asuransinya,” katanya tegas, Kamis (17/03).

Menurutnya, apabila sampai ada seorang dokter bersikap arogan bahkan sampai menolak seorang pasien hanya karena pasien itu menggunakan asuransi tertentu, maka itu telah melanggar kode etik sebagai seorang dokter yang profesional.

“Anggota IDI Kota Bekasi ada 2.227 dokter yang tersebar di 31 puskesmas, 38 rumah sakit, 400 klinik, dan praktik mandiri. Andaikan ada sampai salah satu anggota saya bersikap demikian, segera laporkan ke saya, akan kami tindaklanjuti,” terang pria yang baru disahkan sebagai ketua IDI Bekasi sejak 4 hari lalu ini.

Hal tersebut dikatakannya karena Askar kerap kali mendengar ada masyarakat yang merasa pelayanan dokter membeda-bedakan pasien berdasarkan metode pembayarannya. Apakah mandiri, atau asuransi.

Ditambah lagi, lanjut dia, faktor kenaikan tarif BPJS yang menjadi berita hangat, turut mengaitkan pelayanan dokter yang buruk, tapi biaya mahal.

“Misal untuk kebijakan BPJS, ini kan adalah kebijakan pemerintah. Dimana kita sebagai dokter harus tetap profesional, bukan membeda-bedakan kelas diasuransi. Yah, dengan kenaikan tarif BPJS yang baru juga, semoga kedepan tidak ada masalah yang timbul,” pungkasnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini