Fried Chicken Syariah Ala Ayassy

PONDOK GEDE – Banyaknya pilihan fried chiken saat ini, terutama bagi sebagian besar Muslim terkadang menimbulkan kekhawatiran. Apakah ayam yang dijual tersebut dipotong secara syariah atau tidak? 

Ayassy, fried chicken terbaru yang hadir di Jalan Raya Hankam, Pondok Gede ini menawarkan sebuah konsep dimana mulai dari proses pemotongan hingga penyajiannya benar-benar dilakukan menurut tata cara Islam.

Pemilik Ayyasy, Aida Sungkar, saat Grand Opening Ayyasy, Sabtu (08/04), mengatakan bahwa ide awal munculnya keinginan untuk membuat rumah makan syariah ini telah ada sejak enam tahun lalu, namun baru terealisasi di tahun 2017 ini.

“Saya melihat perkembangan rumah makan, terutama yang menu utamanya fried chiken ini pesat sekali. Untuk itu kami ingin pula memanfaatkan peluang ini. Dengan menawarkan metode baru yang sesuai syariah. Dengan ini kita yakin akan mampu bersaing,” ujar Aida dihadapan awak media.

Lanjut dia, para konsumen juga akan mendapatkan berkah tambahan karena setiap rupiah yang dibelanjakan di Ayyasy akan secara otomatis turut menyumbang ke anak yatim yang telah ada dalam daftar list Ayyasy.

“Kami ajak umat bersedekah. Secara bisnis akan menguntungkan juga dan memperoleh keberkahan bersama,” imbuhnya.

Ayam yang disajikan pun, kata Aida, memiliki ciri khas agak pedas karena terdapat lada pada bumbunya. Selain itu keunggulan akan saus putih yang belum ada di saus fried chiken manapun juga menjadikan Ayyasy berbeda dari kebanyakan fried chicken.

“Ada saus pilihan kita sendiri. White sause, yang kami jamin akan jadi primadona di pasar. Bahan yang kami pakai juga halal sehingga semua prosesnya berkah. Kami ingin menyasar middle class muslim,” ucap dia.

Ayyasy yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB ini secara harga juga cenderung lebih murah ketimbang fried chicken pada umumnya. Yaitu berada di kisaran Rp 10 hingga Rp30 ribu saja. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini