BEKASI – Pasca liburan lebaran, sejumlah ruas Jalan di Kota Bekasi Jawa Barat di penuhi tumpukan sampah. Sampah yang berserakan tersebut, sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga yang hingga saat ini belum juga di angkat oleh truk milik Dinas Kebersihan Kota Bekasi.
Dari pantauan infobekasi.co.id tumpukan sampah terlihat di Jalan Cut Muthia Bekasi Timur, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kali abang bungur Bekasi Utara dan yang paling parah tumpukan sampah yang di penuhi dengan lalat dan aroma bau busuk terlihat di depan stasiun kranji.
Menurut Husni, sampah yang menumpuk di Stasiun Kranji sudah dua minggu atau sebelum lebaran belum juga diangkut oleh petugas.
Hal ini menyebabkan, pengguna jalan terganggu dengan banyaknya lalat dan aroma bau busuk.
“Itu sampah udah dua minggu yang lalu atau sebelum lebaran tiba. Biasanya seh, seminggu sekali di angkut dengan menggunakan truk sampah,” ungkap Husni
Husni menambahkan, sampah yang menumpuk di depan Stasiun Kranji tersebut berasal dari sampah yang di buang oleh pasar swalayan Naga. Sampahnya antara lain, kardus, plastic dan seterofom sisa bekas buah-buahan.
“Kalo gak salah bekas sampah pasar swalayan mas, karena tidak diangkut jadinya terus menumpuk,” tambah Husni.
Nurhayati mengaku, sebagai warga Kota Bekasi dirinya sebenarnya malu dengan adanya tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan. Pasalnya, Kota Bekasi sudah memiliki tempat pembuangan sampah sendiri. Bahkan di bekasi juga terdapat TPST Bantar Gebang yang saat ini di kelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
”Lah kita sebagai warga kota bekasi harusnya malu dong, kita punya pembuangan sampah sendiri. Bahkan DKI Jakarta aja klo buang sampah di daerah kita meski punya mereka,” ujar Nurhayati saat di temui di depan Stasiun Kranji.
Baik Husni dan Nurhayati berharap, Pemerintah Kota Bekasi lebih peka dengan lingkungan dan terus memberikan himbauan untuk tidak buang sampah sembarangan.
Karena selain tidak sehat, sampah – sampah juga membuat banjir.
“Kita berharap, pemerintah kota bekasi memperhatiakan hal- hal seperti itu, meski kecil dan sepele namun keberadaan sampah sangat merugikan masyarakat,” katanya.






























