Infobekasi.co.id – Kementerian Perindustrian menggelar Focus group discussion (FGD) bersama industri komponen kapal lokal di Bekasi, Kamis (5/12). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing terhadap produk serupa yang didatangkan dari luar negeri.
“Kalau dari sisi kualitas enggak kalah UKM kita, namun mungkin dari sisi harga. Kita harus cari peluang supaya komponen dalam negeri ini dipakai untuk industri kapal nasional,” kata Direktur IKM LMEA Kementerian Perindustrian, Endang Suwartini di Bekasi, Kamis (5/12).
Berdasarkan data Kemenperin jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan, lima diantaranya adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT PAL Indonesia, DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Industri Kapal Indonesia, dan Daya Radar Utama (DRU).
“Ada beberapa program untuk meningkatkan daya saing buat industri kecil, misalnya dari sisi SDM diberikan bimtek, pendampingan teknik produksi, hingga hasil produksinya memiliki sertifikat standar Internasional,” kata Endang.
Ketua Umum Perhimpunan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI), Eki Komaruddin membenarkan bahwa industri lokal masih kalah bersaing dengan harga. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya harga jual komponen dalam negeri.
“Bahan baku masih impor, di dalam struktur harga ini menjadi beban dalam pembiayan penjualan,” kata Eki.
Tapi, persoalan ini dapat diatasi setelah pemerintah membantu membebaskan bea masuk. Bantuan itu bisa menekan harga jual sampai 20 persen. Fokus sekarang, kata dia, membereskan biaya tinggi selama produksi.
“Karena 65 persen perusahaan komponen adalah IKM, jadi masih ada saja temuan yang kurang baik,” kata dia.
Ia sepakat dengan pemerintah bersinergi seperti melakukan bimbingan teknis, pendampingan proses produksi. Dengan begitu, kata dia, sales komponen kepada perusahaan pembuatan kapal bisa ditingkatkan.
Reporter: Yudha Karya S






























