infobekasi.co.id – Aksi tawuran kerap terjadi di Bekasi. Sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2023 ini masih saja kerap dijumpai kenakalan remaja melakukan tawuran.
Padahal, aparat kepolisian sudah sering mengamankan para pelaku. Namun, aksi tawuran masih terulang kembali. Ini menjadi perhatian pemerintah dan stakeholder untuk mengatasi persoalan kenakalan remaja.
Peristiwa yang masih hangat, seorang pelajar tewas diduga korban tawuran tergeletak di tengah jalan Kp.Pengarengan, RT 03 RW 07, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara.
Bekas bercak darah masih terlihat di lokasi kejadian, meski sudah ditaburi pasir. Bahkan sepasang sandal korban pun masih tertinggal di lokasi.
Menurut kesaksian, salah satu warga RT 03 RW 07, Kaliabang Pengarengan, Ilham, para pelajar itu melakukan aksi tawuran di Jalan Baru, dan melarikan diri masuk ke jalan perkampungan Kaliabang Pengarengan.
Namun, nahas, satu korban yang terkena luka sajam berboncengan motor kehabisan darah saat melintas di jalan kampung Pengarengan dan terjatuh dari motor.
“Saat jatuh ke jalan, korban masih ada nafasnya, tapi udah cengap-cengap, sekarat. Warga enggak berani deketin,” jelas Ilham saat berbincang dengan jurnalis infobekasi.co.id, Jumat (13/10/23).
Lantaran kehabisan darah, satu orang pelajar tersebut menghembuskan nafas terakhir di tengah jalanan yang berlokasi di RT 03 RW 07 Kaliabang Pengarengan, Bekasi Utara.
“Enggak lama polisi datang dan warga juga banyak yang keluar rumah lihat itu korban sudah tergeletak meninggal dengan masih berceceran darah,” tuturnya.
Dari rekaman CCTV milik pengurus RW setempat, terekam video dua motor diduga kawanan pelajar melaju kencang dari arah perumahan Blok OO masuk ke dalam perkampungan Kaliabang Pengarengan.
Hingga saat ini identitas pelajar tewas tersebut masih diselidiki polisi. Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi dengan mobil ambulan.
Reporter : Fahmi/Dede
Redaktur : Deros Rosyadi






























