Skip to content

Kali Kapuk Medan Satria Dipenuhi Tumpukan Sampah dan Jadi Sarang Biawak

Infobekasi.co.id – Pemandangan memprihatinkan terlihat di Kali Kapuk berlokasi di samping Pasar Famili, wilayah Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi. Aliran kali sepanjang kurang lebih 50 meter tersumbat tumpukan sampah menjulang tinggi. Bukan hanya pemandangan tidak sedap dipandang mata. Kondisi ini juga menimbulkan berbagai masalah serius mengancam kesehatan dan lingkungan sekitar.

Tumpukan sampah tersebut didominasi sampah rumah tangga, mulai dari sisa makanan, plastik, styrofoam, hingga popok bayi dan ranting-ranting kayu. Bau busuk yang menyengat menusuk hidung siapa pun yang berada di dekat lokasi.

Lebih memprihatinkan lagi, tumpukan sampah ini telah menjadi habitat ideal bagi berbagai binatang, terutama biawak yang bersarang di dalam rongga-rongga sampah. Keberadaan biawak ini menambah kekhawatiran akan potensi penyebaran penyakit.

Kondisi ini bukan hanya masalah estetika. Akibat penyumbatan aliran kali, air yang seharusnya mengalir lancar kini tergenang dan menjadi tempat berkembang biaknya berbagai serangga, seperti lalat, kecoak, dan belatung.

Serangga-serangga ini menjadi vektor penyakit dapat menyebar ke lingkungan sekitar, mengancam kesehatan warga yang tinggal di dekat lokasi. Bahaya ini diperparah dengan tidak terjaganya kebersihan lingkungan, yang menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Khalid (47 tahun), seorang warga yang tinggal di dekat Kali Kapuk, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tumpukan sampah itu, apalagi kali itu kini jadi sarang hewan Biawak.

“Iya, jadi dipenuhi biawak. Mereka bersarang di lubang-lubang yang terbentuk di antara tumpukan sampah,” ungkap Khalid, Rabu (23/7/25).

Ia menambahkan bahwa kondisi ini akan semakin parah jika hujan turun. Aliran air yang tersumbat akan menyebabkan genangan air yang lebih luas dan berpotensi menimbulkan banjir di wilayah sekitar.

“Udah enggak layak ini, takutnya jadi sarang penyakit, harus segera ditangani,” ucapnya dengan nada khawatir.

Permasalahan ini menjadi bukti nyata rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Disiplin membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah masih menjadi tantangan besar.

Peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan harus ditingkatkan melalui kampanye edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga.

Keberadaan tumpukan sampah yang mencapai 50 meter menunjukkan kurang efektifnya sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Pemerintah Kecamatan Medan Satria dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi harus segera mengambil tindakan untuk membersihkan tumpukan sampah dan menyelidiki penyebab masalah ini.

Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Hal ini dapat meliputi peningkatan fasilitas pengolahan sampah, penambahan tempat sampah, serta penegakan peraturan terkait pembuangan sampah.

Kejadian di Kali Kapuk ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua. Kondisi lingkungan yang tidak terjaga bukan hanya masalah estetika, melainkan ancaman serius bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua. Jangan biarkan ‘bencana kecil’ seperti ini menjadi masalah besar di kemudian hari.

Reporter : Fahmi

Editor: D. Rosyadi

#KaliKapuk #InfoBekasi #KotaBekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *