lInfobekasi.co.id – Warga Bekasi dan sekitarnya dikejutkan dengan fenomena kabut tipis yang menyelimuti wilayah kota dan kabupaten pada akhir pekan lalu. Fenomena ini menciptakan suasana yang lebih sejuk, meskipun jarak pandang sempat berkurang pada pagi dan malam hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan, kabut tersebut merupakan fenomena cuaca alamiah, bukan akibat polusi udara atau emisi industri. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi, kelembapan udara meningkat, serta suhu udara ebih rendah dari biasanya.
Fenomena ini sempat viral di media sosial dengan sebutan “Bekaswiss”. Istilah unik ini digunakan warga karena kabut dan suhu dingin yang dirasakan mengingatkan pada suasana dataran tinggi di Swiss. Sejumlah pengguna media sosial membagikan video kabut tipis yang terlihat di beberapa titik kawasan Bekasi, terutama saat malam dan pagi hari.
Menurut BMKG, kelembapan udara meningkat drastis setelah hujan lebat, sehingga uap air di atmosfer dekat permukaan tanah mengalami kondensasi dan membentuk kabut. Angin yang relatif tenang juga menyebabkan kabut bertahan lebih lama di beberapa daerah.
Fenomena serupa ternyata tidak hanya terjadi di Bekasi, tetapi juga melanda beberapa wilayah lain di Jabodetabek pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan adanya pola cuaca yang dipengaruhi oleh dinamika atmosfer aktif di wilayah barat Pulau Jawa.
Meskipun kabut tergolong tipis, kondisi ini dapat menyebabkan jarak pandang menurun. Oleh karena itu, pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama pada pagi hari. BMKG memprediksi fenomena kabut tipis masih berpotensi muncul dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada dinamika cuaca harian.
#Kabut #Masukinfobekasi #Cuaca #Bekasi
Editor : Deros






























