Lokasi di Tengah Pemukiman, Ini Pemilik SPBE Cimuning Bekasi

Infobekasi.co.id – Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, menjadi sorotan publik setelah peristiwa kebakaran yang terjadi pada awal April 2026. Di balik peristiwa tersebut, SPBE ini merupakan salah satu fasilitas penting dalam rantai distribusi LPG di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Data dihimpun infobekasi dari beberapa sumber, SPBE Cimuning diketahui dikelola oleh PT Indogas Andalan Kita, sebuah badan usaha yang bergerak di bidang penyimpanan dan distribusi LPG. Nama perusahaan ini tercatat dalam data resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai salah satu operator SPBE di Indonesia.

Sebagai operator, perusahaan bertanggung jawab terhadap proses pengisian LPG dari tangki curah ke tabung maupun kendaraan distribusi sebelum disalurkan ke agen dan pangkalan.

Fasilitas ini berlokasi di kawasan Cimuning, tepatnya di Jalan Raya PU, Kampung Pabuaran, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Lokasinya yang berada di dekat area permukiman dan berada di jalur distribusi strategis membuat SPBE ini memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan LPG masyarakat, khususnya di Bekasi dan wilayah penyangga Jakarta.

Meski tidak ada data terbuka yang menyebutkan secara pasti tahun awal operasionalnya, SPBE Cimuning tercatat sudah terdaftar dalam dokumen resmi ESDM setidaknya sejak sebelum tahun 2020. Hal ini mengindikasikan bahwa fasilitas tersebut telah beroperasi cukup lama dan menjadi bagian dari jaringan distribusi LPG nasional.

Sebagai SPBE, fasilitas ini memiliki fungsi yakni; mengisi LPG dari tangki besar ke tabung 3 kg maupun ukuran lainnya, menjadi titik distribusi sebelum LPG dikirim ke agen dan pangkalan, menjaga kelancaran pasokan energi untuk kebutuhan rumah tangga.

Peran ini menjadikan SPBE Cimuning sebagai salah satu infrastruktur vital dalam sistem distribusi energi, khususnya untuk masyarakat yang bergantung pada LPG subsidi.

Pasca kebakaran yang terjadi pada 1 April 2026, kondisi SPBE Cimuning dilaporkan mengalami kerusakan berat dan operasionalnya terhenti total. Proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian ke tabung utama. Api kemudian menyebar melalap bangunan SPBE serta mengenai sebagian rumah warga, kios, dan kendaraan di sekitar lokasi. Peristiwa ini juga mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka bakar. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Meski demikian, pihak terkait memastikan distribusi LPG di wilayah Bekasi tetap berjalan dengan mengandalkan fasilitas lain sebagai penopang pasokan.

Editor : Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini