Infobekasi.co.id – Seluruh pasien korban kecelakaan tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang dirawat di RSUD Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi, kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Pasien terakhir pulang pada Selasa, 12 Mei 2026.
Wakil Direktur Utama RSUD CAM, dr. Sudirman, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu, 17 Mei 2026.
“Semua pasien sudah pulang,” ujarnya singkat.
Dijelaskannya, setelah peristiwa nahas itu terjadi, rumah sakit menerima total 54 korban. Rinciannya, 27 orang menjalani perawatan inap, 20 orang mendapatkan penanganan sebagai pasien rawat jalan, satu orang meninggal dunia dalam masa perawatan, dan tiga orang datang dalam kondisi sudah meninggal. Selain itu, ada tiga pasien dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan lebih lengkap.
Meski sudah dipulangkan, dr. Sudirman mengingatkan para pasien, terutama yang sebelumnya menjalani rawat jalan, agar tetap rutin melakukan pemeriksaan lanjutan guna memantau kondisi kesehatan mereka.
“Mereka harus tetap kontrol, disesuaikan dengan perkembangan kondisi masing-masing,” tambahnya.
Sebagai informasi, insiden tabrakan antara KA Bromo Anggrek dan KRL terjadi pada Senin, 27 April 2026. PT Kereta Api Indonesia menyatakan, dalam peristiwa itu tercatat ada 106 korban, di mana 16 orang di antaranya meninggal dunia. Seluruh korban mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit, salah satunya adalah RSUD CAM Kota Bekasi.
(Fahmi)






























