Bekasi – Sejak tahun 1996 pria asal Sunter Jakarta ini sudah melakukan tradisi mudik lebaran dengan kendaraan roda 2 alias sepeda motor karena memiliki keseruan tersendiri dalam dirinya, Selasa (14/7).
“Tiap tahun dari tahun 96,” Kata Nardi.
Dengan tujuan Purwodadi, Semarang lelaki 54 tahun ini mengaku lebih menikmati mudik lebaran menggunakan sepeda motor dibanding transportasi umum lainnya karena memiliki kenikmatan tersendiri menunggangi kuda besi ini.
“Capek mah capek tapi seneng aja,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain itu menurutnya keuntungan menunggangi si kuda besi ini adalah dapat beristirahat kapanpun jika dalam kondisi kelelahan dan berguna saat di kampung halamannya nanti.
“Istirahat kapan aja bisa. Lagian dikampung juga membutuhkan kendaraan,” tambahnya.
Dengan merogoh kocek Rp 150ribu untuk ‘minum’ si kuda besi ini, Nardi dapat sampai ke kampung halaman dengan anak dan cucunya.
Ia berharap tidak adanya larangan untuk mudik menggunakan sepeda motor. “Kalau himbauan untuk hati-hati gapapa, tapi kalo melarangnya jangan. Kasiahan yang gapunya. Kita kan punyanya motor,” tutupnya. (Fai)








































