Bekasi Selatan – Sebanyak 400 peserta yang terdiri dari siswa, mahasiswa, guru dan dosen mengikuti kegiatan pemasyarakatan Hubungan Industrial bagi dunia pendidikan di Gedung Cevest, Kamis (13/8).
Acara yang dibuka langsung oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Kementrian Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang ini digagas karena tantangan bagi tenaga kerja muda di Indonesia kedepannya akan semakin berat karena adanya proyeksi terjadinya bonus demografi yang puncaknya diprediksi tahun 2028-2031.
“Pada satu sisi, bonus demografi ini menjadi nilai tambah bagi daya saing bangsa yang lebih produktif, tapi disisi lain apabila tidak terkelola dengan baik dalam pasar kerja akan berakibat pada bencana sosial ekonomi karena potensi tingginya jumlah pengangguran usia produktif,” jelas Haiyani.
Ia juga mengingatkan, walaupun kondisi pasar kerja yang cenderung tidak seimbang di Indonesia, namun dengan adanya perkembangan kebebasan berserikat di Indonesia yang sangat lengkap telah memperkuat proses demokratisasi di tempat kerja dan meningkatkan penghormatan atas HAM bagi pekerja atau buruh .
“Dengan adanya kebebasan berserikat, diharapkan bisa menjadi mekanisme preventif maupun mekanisme proteksi bagi tenaga kerja Indonesia,” tandasnya. (Sel)






























