Bekasi Selatan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi memiliki bos baru. Chatrina Mauliana Girsang, perempuan yang sudah tidak diragukan lagi pengalamannya dalam penanganan kasus korupsi. Sebelum menempati kursi Kejari Bekasi, ia sempat menjabat Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Perempuan yang berusia 38 tahun ini sudah memiliki cita-cita menjadi jaksa sejak di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia termotivasi menjadi jaksa ketika masa mudanya sering menonton film kriminal dan hukum. Niatnya menjadi penegak hukum mendapat penolakan dari orang tuanya. Orang tuanya justru berharap ia menjadi dokter. Karena keyakinannya sudah bulat, orang tuannyapun luluh juga.
Untuk mencapai impiannya sebagai seorang jaksa, ia menempuh kuliah hukum di Universitas Brawijaya Malang. Ia bergabung dengan corps Adhyaksa pada tahun 1996. Chatrina Mauliana Girsang langsung ditugaskan di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Kejaksaan.
Pada tahun 1999 ia menjadi jaksa dan memulai karirnya sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Bekasi. Selang waktu 1 bulan di Kejari Bekasi, Chatrina Mauliana Girsang kembali ke Kejaksaan Agung menjadi staff khusus Jaksa Agung. Selama itu ia menjadi Staff Khusus Jaksa Agung Marzuki Darusman dan MA. Rahman.
Pada tahun 2005 Chatrina Mauliana Girsang ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi. Selama 2 periode ia menjabat di komisi anti rasuah itu. Perempuan yang berprofesi sebagai jaksa ini mengatakan, sangat menikmati apa yang ia lakukan saat ini. Menurutnya sebagai jaksa, ia memiliki kesempatan untuk terus menambah pengetahuan.
Usai menyelesaikan tugasnya di KPK selama 2 periode, kini Chatrina Mauliana Girsang kembali ke Bekasi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri. Selamat bertugas ya bu.





























