Forkorindo : Parkir Meter Dongkrak PAD, Kenapa Harus Digratiskan?

parkir seliBEKASI SELATAN – Ketua Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Bekasi, Herman Sugianto, pertanyakan mengapa sampai ada petisi kepada pemerintah Kota Bekasi terkait pembebasan biaya parkir di ruang publik alun-alun kota Bekasi. Hal itu dikatakannya saat ditemui di kantor pemerintah Kota Bekasi, Senin (2/1).

“Ini kan untuk pembangunan ke arah Bekasi Smart City. Kalau parkir meter bisa dongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), kenapa harus minta digratiskan?” ujar Herman kepada infobekasi.co.id.

Herman mengatakan, biarpun alun-alun yang notabenenya ruang publik harus bayar, itu semestinya bukan jadi permasalahan. Karena menurut dia, keuntungan positifnya lebih banyak.

“Ini kan dari kita untuk kita. Parkir meter ini bagus kok buat PAD, kenaikannya bisa sampai ribuan kali lipat. Kalau boleh dibandingkan, parkir di masjid saja bayar buat bantu pembangunan masjid, kok bayar parkir untuk pembangunan daerah nggak mau?” ungkapnya.

Lebih dari itu, lanjut dia, dibalik biaya Rp 2.000,00 yang menjadi tarif dasar parkir meter itu sendiri, ada asuransi dari pihak parkir meter untuk menjamin keamanan kendaraan yang diparkir.

“Kalau nggak diterapkan parkir meter itu, mana ada jaminan kalau kita parkir dan kendaraan hilang. Kan nggak bisa di klaim. Selain itu juga, bukannya lebih baik kalau tanggung jawab perparkiran diserahkan ke pemerintah, daripada dipegang pihak yang ada kepentingan?” tandas dia. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini