Waspada! Penyebaran Virus Zika di Indonesia

imagesBEKASI – Beberapa waktu lalu dunia kesehatan sedang dikejutkan dengan kabar tentang kemunculan virus zika, yang mirip dengan penularan virus melalui nyamuk DBD (Demam Berdarah Dengue).

Seperti dilansir dari berita online kompas.com, penyebaran virus zika semakin meluas, khususnya di wilayah Amerika Latin. Tak tertutup kemungkinan virus ini juga menyebar ke Indonesia. Meski belum ditemukan kasusnya di Indonesia, kementerian kesehatan mengimbau warga untuk tetap waspada dan tentunya aktif melakukan pencegahan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Oscar Primadi, mengatakan pencegahan yang dilakukan masyarakat sama saja dengan pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Virus ini kan penularannya sama dengan DBD, yaitu dari nyamuk aedes aegepti, sehingga pencegahan virus ini sama juga dengan DBD,” ujar Oscar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/01).

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu dengan menggalakkan peran satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik). Setiap warga di rumah harus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD. Cara ini dikenal dengan rumus 3M.

“Ingat! nyamuk aedes aegepti itu sukanya di air bersih. Untuk memutus mata rantai, intinya jangan bikin sarang nyamuk,” kata Oscar.

Sejauh ini, pemerintah tidak memberikan travel warning bagi WNI yang ingin bepergian ke daerah yang sedang dilanda virus zika. Meski demikian, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk sebaiknya menunda rencana bepergian ke wilayah Amerika Latin.

“Kita mengimbau yang ingin bepergian ke daerah ada virus Zika, bukan travel warning ya, tapi sebaiknya menunda dulu. Mengimbau juga untuk ibu hamil,” imbuh Oscar,

Seperti diketahui, ibu hamil yang terinfeksi virus zika berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali atau kecacatan pertumbuhan otak pada tahun ini. Di Brazil, lebih dari 2.700 kasus mikrosefali ditemukan sepanjang 2015 pada ibu hamil, yang terinfeksi virus zika melalui gigitan nyamuk. Demikian pula, pada 2013, peneliti Australia juga melaporkan kembali penemuan satu kasus infeksi virus zika pada seseorang warga negara Australia, yang terjangkit setelah melakukan perjalanan selama 9 hari ke Indonesia.

Penemuan kasus tersebut dipublikasi pada American Journal Tropical Medicine and Hygiene Di Amerika. Seorang bayi yang dipastikan positif terinfeksi virus zika lahir dengan kondisi kerusakan otak. Begitu pula di Brazil, konon ribuan anak lahir dengan otak kecil gara-gara virus ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat pun telah mengeluarkan peringatan perjalanan ke-22 negara atau wilayah yang terjangkit virus Zika.

Dibenarkan oleh Lembaga Eijkman –institusi di Indonesia yang khusus meneliti virus, bahwa virus zika sudah masuk di Indonesia, pada tahun 2015 lalu. Lembaga tersebut menemukan virus tersebut.

Lantas, bagaimana gejala dari virus Zika? Dan, bedanya dengan Virus Dengue? Seperti infeksi virus pada umumnya pada awal penyakit pasien akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi.

Beda dengan dengan infeksi virus dengue, pada infeksi ini mata pasien akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis. Pasien juga akan merasakan sakit kepala. Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya.

Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit. Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus dengue yaitu beberapa hari sampai satu minggu.

Sekilas infeksi virus zika hampir mirip dengan virus dengue, sehingga adanya infeksi ini sering kali tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan.

Dengan istirahat dan banyak minum pasien dapat sembuh. Obat-obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi gejala yang timbul, yaitu jika gatal diberikan obat gatal dan jika demam diberikan obat demam.

Kenapa virus ini sekarang begitu banyak dibicarakan? Berbagai laporan di luar negeri, khususnya di Brazil, penyakit infeksi virus zika ini dihubungkan dengan bayi dengan kepala yang kecil (mikrosefali). Jadi ibu-ibu yang terinfeksi oleh virus ini saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala tadi, sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu.

Upaya yang mudah dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah virus zika dengan menerapkan pola hidup sehat, banyak minum air putih dan membersihkan lingkungan sekitar. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini