BEKASI BARAT – Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang timbul tenggelam dikatakan Lurah Jakasampurna, Acmad Arip, serupa dengan jenggot manusia. Hal itu karena setelah dibersihkan, besoknya akan kembali tumbuh lagi.
“Tahu sendiri, PKL kayak jenggot. Hari ini penertiban sampai bersih, besok pasti ada lagi,” ujar Arip saat ditemui infobekasi.co.id usai kegiatan penertiban PKL di jalan KH Noer Ali, Jumat (19/2) siang.
Dia mengungkapkan, ini memang kewajibannya sebagai aparatur pemerintah yang harus membersihkan jalan protokol yang merupakan zona merah dan harus dibebaskan dari PKL.
“Sebelum penertiban, kemarin (Kamis) kita sudah berikan surat peringatan (SP-1) kepada para pedagang untuk membersihkan lapak. Tapi ternyata masih ada aja yang meninggalkan lapaknya begitu saja. Sekitar 10 lapak, ya kita bersihkan,” kata dia.
Penertiban yang berlangsung di sepanjang Jalan KH Noer Alie ini menurunkan 31 personil dari anggota Linmas yang dilengkapi dengan 20 lembar surat perintah dari kelurahan untuk mengantisipasi apabila ada yang protes.
“Rata-rata PKL yang berjualan disitu dagang helm dan pisang (buah-buahan),” pungkasnya.
Selain membersihkan jalur protokol dari lapak PKL, kelurahan Jakasampurna juga membersihkan spanduk, umbul-umbul dan reklame liar yang tak berizin. (sel)








































