Staf Kesejahteraan Sosial, Kelurahan Jakasampurna : Pelayanan Kesehatan Masih Jadi Persoalan

images (9)BEKASI BARAT – Staf Kesejahteraan Sosial, Ahmad Dumiyati, dari Kelurahan Jakasampurna, Bekasi, membicarakan pelayanan kesehatan yang masih menjadi persoalan. Seperti masih banyak warga pengguna pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga mendaftar ke kelurahan untuk mendapatkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Jumat (19/2).

SKTM yang selama ini banyak digunakan sebagai kartu pengganti BPJS digunakan warga sebagai pengurus biaya kesehatan. Faktor ekonomi menjadi persoalan bagi warga, mereka lebih memilih membuat SKTM ketimbang harus membayar premi bulanan untuk BPJS. Warga menilai bahwa mengurus SKTM lebih mudah dan lebih murah.

“Alasan warga pengguna BPJS ini untuk membuat Jamkesda dan SKTM itu lantaran faktor pendapatan minim atau bisa juga yang kelupaan membayar premi bulanan BPJS. Sehingga kadang klaim untuk berobat warga seringkali hangus, maka mereka beralih untuk membuat SKTM dan Jamkesda” jelas Ahmad.

Tercatat di tahun 2015 saja ada sekitar 331 jiwa warga Kelurahan Jakasampurna membuat ajuan untuk membuat SKTM dan Jamkesda, padahal warga tersebut juga terdata sebagai pengguna BPJS.

Kenyataannya, masih banyak warga mampu enggan menggunakan BPJS dengan alasan harus membayar disetiap bulannya, sedangkan SKTM tidak membutuhkan uang banyak untuk berobat sehingga persoalan itu lah yang masih menjadi tumpang tindih menggunakan pelayanan kesehatan di wilayahnya.

“Kami berharap kedepannya tidak ada lagi warga yang kepemilikan ganda baik kartu BPJS dan SKTM,” tegasnya. (Oliv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini