Bisnis Properti? Gunakan Saja Kartu Kredit

Bisnis PropertiMelihat perkembangan bisnis properti yang ada memang menggiurkan. Tidak ada salahnya memang mempunyai properti sendiri untuk memulai bisnis properti ini. Tidak menutup kemungkinan juga untuk Anda mendapatkan agunan ke bank dalam bisnis properti yang akan Anda mulai ataupun yang sedang Anda jalani sekarang ini. Di antara pilihan berikut, mana yang lebih baik? Bank menilai bahwa bisnis yang kita jalankan sekarang belum bisa memiliki kemampuan untuk berhutang atau bank menilai jika sebenarnya Andalah yang tidak mampu dalam melakukan pembayaran bunga modal atau cicilan KPR?

Maka, jawabannya terdapat pada pernyataan pertama. Karena jika kondisinya seperti ini maka Anda bisa melengkapi beberapa persyaratan yang dapat Anda tanyakan kepada bank terlebih dahulu.

Adapun persyaratannya yaitu mempunyai mempunyai pekerjaan yang tetap. Untuk itu, adanya solusi kartu kredit sebagai modal kerja bagi Anda yang ingin melakoni bisnis properti ini. Mungkin, sebagian besar dari Anda tidak berani untuk melakukan peminjaman kepada bank, karena takut jika tidak mampu membayar hutang yang Anda pinjam maka properti Anda lah yang akan disita sebagai penggantinya. Anda seharusnya tidak perlu takut karena sekarang ini sudah ada ilmu yang bisa diterapkan menggunakan kartu kredit untuk memulai bisnis, di mana ternyata kartu kredit Anda lah yang akan disita oleh pihak bank jika Anda tidak mampu membayarnya. Dan untuk mengajukannya tidak lagi begitu susah, dapat melalui aplikasi online kartu kredit di Indonesia.

Namun, di sisi lain terdapat masalah jika melakukan bisnis properti dengan kartu kredit ini maka Anda akan merasakan potongan kartu kredit atau bunganya yang lumayan besar. Untuk masalah tersebut , Anda dapat mengalihkan ke kredit modal kerja atau KPR jika sudah menjalankan bisnis properti ini. Jika bisnis properti dengan kartu kredit tersebut sudah menghasilkan keuntungan yang minimal stabil, maka segera untuk melengkapi persyaratan untuk hutang kepada bank, baik itu berupa rekening koran (modal kerja) maupun KPR.

Contohnya seperti ini, jika bisnis properti yang akan Anda jalani mempunyai modal kartu kredit sebesar Rp 100 juta,  jadi Anda dapat menggunakan modal kartu sebanyak 10 buah kartu kredit yang masing-masing kartu memiliki limit Rp 10 juta dan bunga atau potongan atau bagi hasil kertu kredit itu Rp 3 juta per bulan, walaupun dapat juga lebih. Maka minimal atau pun yang lebih parahnya lagi Anda akan menjadi pusing dalam mengatur kartu-kartu kredit itu untuk urusan bisnis tersebut. Belum lagi jika jatuh tempo kartu kredit Anda sudah tiba, padahal bisnis properti sudah menghasilkan Rp 10 juta per bulannya dan hanya bermodalkan kartu kredit saja.

Lalu, bagaimana supaya masalah ini tidak membuat Anda bingung? Anda cukup mengalihkan kepada hutang KPR. Misalnya, Anda ingin membeli rumah dengan harga Rp 500 juta maka Anda dapat mengajukan kredit KPR kepada bank bank senilai Rp 100 juta yang akan dicicil selama 15 tahun di mana pembayarannya pun tidak akan menyentuh Rp 1 juta per bulannya. Setelah itu, uang hasil dari KPR tadi dapat ditutupkan sebagai hutang kartu kredit senilai Rp 100 juta, yang sebelumnya di mana potongan atau bunganya hanya Rp 3 juta. Dengan demikian, Anda bisa berhemat Rp 2 jutaan. Jadi apakah Anda siap mencobanya? Pastikan juga Anda menemukan promo kartu kredit lainnya yang dapat berguna bagi Anda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini