Lomba Kinerja Kelurahan, Pekayon Jaya Pamerkan Sistem Online dan UMKM Binaan

Prodeskel Pekayon Jaya BekasiBEKASI SELATAN – Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pamerkan sistem online Profil desa kelurahan (Prodeskel), yang telah digunakan secara online, dan terintegrasi langsung ke tingkat kemendagri, saat kedatangan tim penilai lomba kinerja kelurahan tingkat kota tahun 2016, Selasa (23/03).

“Prodeskel ini sistem online yang dibuat oleh Kemendagri. Jadi dengan ini, Kemendagri sudah bisa lihat langsung data kita. Untuk Kota Bekasi, baru kami yang menggunakan sistem ini,” jelas Lurah Pekayon Jaya, Ombot, saat ditemui usai acara.

Berbagai persiapan untuk memenuhi tiga indikator penilaian, kata Ombot, diantaranya indikator pemerintahan, kewilayahan, dan  indikator kemasyaratan.

Ia pun menambahkan, diantara tiga indikator yang dinilai, salah satu indikator yang menjadi unggulan di Kelurahan Pekayon Jaya adalah indikator kewilayahan, yaitu UMKM bidang budidaya ikan air tawar, seperti ikan mas, dan gurame. Karena PD Mandiri ini bisa memberdayakan penduduk sekitar sebagai karyawan, berdiri sejak 1989, dan memiliki pemasaran cukup luas.

“Kelurahan Pekayon Jaya sangat siap dan optimis menjadi juara, karena selain kita mempunyai produk unggulan dibidang UMKM, kita juga mempunyai website Kelurahan Pekayon Jaya, dan boleh dilihat tadi partisipasi masyarakatnya sangat tinggi. Mudah-mudahan kelurahan ini menjadi juara lomba kelurahan tingkat kota tahun 2016,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Bina Pemerintahan Setda Kota Bekasi, Tugiman, menjelaskan tujuan dari penilai lomba kinerja kelurahan tingkat kota tahun 2016, untuk mengevaluasi kinerja para lurah beserta stafnya dalam melayani warga masyarakatnya.

“Selain itu, untuk membina para lurah dan stafnya, sejauh mana mereka bersinergi dan menjalin kinerjanya, baik kepada tokoh masyarakat, RT, RW, dan unsur Muspida. Karena itu semua adalah sebagai acuan aparatur pemerintah Kota Bekasi lebih sigap, tanggap, dan bisa kelihatan kinerja mereka yang baik kepada warga masyarakatnya,” ujarnya.

“Dengan kita mengevaluasi seperti ini, kita menjadi tau mana aparatur kelurahan yang kerja aktif, atau tidak melayani warga masyarakatnya. Karena ada saja aparatur yang masih kurang sigap dan tanggap.” tutup Tugiman. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini