MUSTIKAJAYA – Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) masih menjadi alternatif pertama yang dikunjungi warga Kota Bekasi dalam hal mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah Kota Bekasi, melalui Dinas kesehatan (Dinkes) pun menerapkan berbagai upaya dalam menjamin kesehatan warga secara keseluruhan dan berkesinambungan.
Hal ini terbukti dengan beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah di ruang lingkup masyarakat, seperti pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN), grebek K3, serta beberapa hal lainnya yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat.
Pencangan PIN yang baru-baru ini sudah direalisasikan secara terbuka dan transparan kepada semua warga Kota Bekasi, bertujuan untuk menjamin kesehatan bayi dan balita sebagai masa depan bangsa dan negara.
Demikian juga yang terlihat di Puskesmas Mustikajaya, Jalan Perumahan Mutiara Gading, Blok F1, “Setiap harinya ada dua ratusan warga Mustikajaya yang kita layani. Berbagai masalah kesehatan yang mereka alami, selalu kita layani dengan baik. Tua, muda, bayi dan balita, selalu kita layani dengan baik,” ungkap Kepala Puskesmas Mustikajaya, dr. Jhony, Selasa (22/03).
Dirinya juga sangat menyayangkan warga Mustikajaya yang masih memprioritaskan fogging sebagai langkah utama dalam memerangi DBD. Padahal, langkah yang paling tepat adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuknya itu sendiri.
“Baik perumahan dan perkampungan, semua warga di sini belum memahami bagaimana sebetulnya mencegah penyebaran penyakit DBD. Mereka masih tetap memprioritaskan fogging sebagai langkah yang paling mutakhir dalam memerangi penyebaran penyakit DBD. Padahal, itu bukan langkah yang tepat. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang kita lakukan baru-baru inilah langkah yang paling tepat dalam mencegah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti,” paparnnya.
Saat penyakit DBD sempat mewabah di Mustikajaya, katanya, sempat mengalami pelonjakan jumlah pasien, tapi semuanya masih dapat diatasi.
“Saat ini juga kita sudah mulai giat melakukan fogging ke lingkungan masyarakat setiap minggunya. Apalagi dengan keberadaan kader-kader jentik yang dengan mudah memberikan perkembangan informasi tentang DBD,” kata dia.
Untuk kedepan, dia berharap, pola pelayanan yang dilakukan kepada warga dapat berjalan lebih baik lagi, sehingga warga akan lebih mudah mendapatkan penanganan. “Nanti sarana dan prasarana akan kita minta untuk dibenahi,” tutupnya.(Ez)








































