Yuk! Dirikan Bank Sampah

Bank SampahOleh: Amriadi Al Masjidiy*

Dari beberapa tulisan saya di media online sebelumnya, banyak mendatangkan pertanyaan mengenai Bank Sampah. Mulai dari sistematika, sampai ke legalitas. Pada kesempatan kali ini saya hanya membahas sebagian dari pertanyaan-pertanyaan mereka terhadap Bank Sampah.

Rujukan yang saya gunakan disini adalah Bank Sampah Pelopor Mandiri, yang dulunya dikenal dengan Bank Sampah Safa Mandiri. Bank Sampah itu merupakan suatu sistem pengelolaan sampah secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan aktif didalamnya.

Di Bank Sampah kita mengelola dan mengolah sampah menjadi berkah menghilangkan masalah. Menurut kami, Bank Sampah Pelopor Mandiri itu sebagai aset, komoditas, potensi, serta menjadikan sampah sebagai solusi. Waste for Improvement, Trash for Emendation.

Konsep Bank Sampah Pelopor Mandiri berbeda dengan Bank Sampah konvensional, yang cenderung kapitalistik, serta materialistik. Hal ini tentu berbeda dengan Bank Sampah yang berkarakter holistic, dan semangat spiritual, serta sosial (gotong royong) dan juga penerapan iptek tepat guna ramah lingkungan, serta ramah finansial, yang berupa sistem ekonomi kerakyatan anti ribawi.

Selama ini sampah selalu dipahami sebagai material yang tidak berguna. Padahal, sampah dapat kita ubah menjadi berkah. Kita dapat menabung dengan menggunakan sampah, untuk sekolah, aqiqah, khitanan, qur’ban, umroh dan menabung sampah untuk haji.

Sehingga, bersama Bank Sampah, kita dapat mewujudkan lingkungan menjadi bersih dan sehat, serta sejahtera yang penuh dengan keberkahan.

Menurut Unilever, dalam buku “Sistem Bank Sampah…” ada lima langkah sukses mendirikan Bank Sampah. Enam langkah tersebut yaitu : sosialisasi awal, pelatihan teknis, pelaksanaan sistem, pemantauan, dan evaluasi, serta pengembangan.

contoh buku Registrasi, Administrasi dan NasabahSosialisasi awal, yaitu memperkenalkan apa itu Bank Sampah kepada RT/RW, dan warga setempat, agar bisa bersama mendirikan Bank Sampah. Setelah disetujui bersama, langkah berikutnya adalah pelatihan teknis, yang berupa bagaimana sistem, pengelolaannya, manajemen, pembukuan, dan seterusnya. Setelah pelatihan teknis Bank Sampah harus berjalan langsung, dengan membuat data registasi perserta, buku tabungan administrasi, dan buku tabungan nasabah. Buku tabungan nasabah bisa juga tidak diperlukan jika dalam hal ini ada teknis IT yang bisa diakses langsung melalui smartphone nasabah, dan tentu hal ini akan memudahkan. Dalam masalah ini, bisa dilihat gambar diatas sebagai contoh dari Bank Sampah Pelopor Mandiri, dan sudah barang tentu bisa disepakati, sampah apa saja yang diterima atau tidak oleh Bank Sampah. Setelah Bank Sampah berjalan, jangan lupa untuk dievaluasi. Evaluasi bisa berupa pendapatan, bisa juga burupa masalah dengan lingkungan dan lain-lain. Jika mendapatkan masalah, tentu harus dicarikan solusi bersama dengan musyawarah. Untuk pengembangan bisa dengan mengurus legalitas koperasi, simpan pinjam, dan unit usaha lainnya.

Mekanisme dalam Bank Sampah hanya menerima sampah yang telah terpilah dari rumah tangga, kemudian baru disetor kepada Bank Sampah dengan ditimbang jumlah sampah, dan kemudian dicatat dalam buku tabungan, baik dalam tabungan administrasi, maupun dalam buku tabungan nasabah.

Sampah yang sudah terkumpul dari nasabah silahkan untuk berkreasi, bisa berupa kerajinan tangan, kompos, energi, dan juga tentunya bisa diangkut ke pengepul untuk dijual.

*) Pengurus Bank Sampah Pelopor Mandiri dan Team BOS Consulting Kota Bekasi (BOS-Berkah Oleh Sampah dan Berkah Olah Sampah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini