BEKASI SELATAN – Berbagai cara dilakukan para pelajar sekolah menengah untuk mengungkapkan kegembiraannya usai melaksanakan Ujian Nasional (UN). Kamis (07/04) siang, sebanyak ratusan siswa-siswi dari SMK Yadika 13, Tambun, Kabupaten Bekasi, merayakannya dengan aksi coret-coret baju seragam dengan menggunakan pilox dan juga spidol. Sayangnya, kegiatan aksi corat-coret baju seragam sekolah ini dilakukan di Alun–Alun Kota Bekasi, dimana lokasi tersebut adalah sarana bermain untuk warga Kota Bekasi.
Menurut Dio Saputra, kegiatan corat-coret seragam sekolah ini dilakukan sebagai bentuk kegembiraan mereka setelah menempuh belajar selama tiga tahun. Dirinya bersama teman-temannya juga menolak bahwa usai melaksanakan UN, para pelajar melakukan tawuran dan konvoi di jalan dengan menggunakan sepeda motor.
“Iya, dari pada tawuran dan konvoi di jalan dengan kendaraan, bisa sangat berbahaya. Lebih baik corat-coret baju seragam sendiri dan berada di satu tempat,” ujarnya yang dibarengi dengan gemuruh suara rekannya.
Selain melakukan corat-coret, para pelajar ini juga melakukan foto–foto selfy untuk kenang-kenangan.
“Sekalian buat kenang-kenangan, biar kita semua merasa ada kebanggaan gitu loh,” tambah Julia Cindy, teman Dio.
Demikian halnya dengan Legio, siswa keturunan Indonesia Timur ini mengatakan, bahwa mereka sudah mempersiapkan pakaian seragam yang tidak layak pakai untuk dicorat-coret. Sedangkan pakaian seragam yang bagus akan mereka kumpulkan dan akan mereka sumbangkan.
“Kita semua sudah sepakat, baju yang dicorat-coret ini adalah baju yang sudah tidak terpakai, alias yang sudah jelek. Kalo baju yang bagus gak lah. Kita juga sayang, mendingan kita sumbangkan atau kita berikan untuk adik-adik kita yang masih bersekolah,” katanya.
Aksi corat-coret yang mereka lakukan ini menjadi pusat perhatian warga yang melintas di lokasi tersebut. Karena, seperti yang telah diketahui, Alun-Alun Kota Bekasi adalah satu sarana tempat bermain warga, dan dirawat oleh Pemerintah Kota Bekasi. (Tio)








































