Gara-Gara Tanah, Warga Tambun Utara Dihajar Oknum Brimob

Ilustrasi Sengketa TanahTAMBUN – Bagian ‪kepala Sunardi (45), warga Kampung Jalen, Desa Jejalen, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, penuh benjol. Wajahnya lebam, setelah diamuk oleh sekelompok oknum Brimob. Tak tanggung-tanggung, korban dihajar menggunakan laras pistol dan diancam akan dieksekusi oleh pelaku.

‪Korban menceritakan, jika peristiwa terjadi pada Kamis (07/04) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ia dengan sejumlah adik dan keluarga besarnya mendadak keluar rumah, lantaran ada sejumlah developer dan aparat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, mendatangi tanah kosong yang tak jauh dari rumah korban.‬

‪Tanah tersebut diklaim sebagai tanah milik orangtua korban, yang luasnya pun mencapai 25 ribu meter.‬

‪Sontak saja kehadiran orang asing itu membuat korban dan keluarga tak terima. Apalagi, cerita Sunardi, aparat BPN dan pihak swasta tengah mengukur tanah tanpa seijin pihaknya dan pemeriksaan setempat.‬

‪”Tanah itu berada deket Perumahan Bhayangkara. Mereka tiba-tiba mengukur tanah warisan orangtua saya,” kata Sunardi kepada infobekasi.co.id, Jumat malam (08/04).‬

‪Korban tak tinggal diam. Ia lalu menegur agar aksi ukur tanah tersebut untuk diberhentikan sementara.‬

‪Namun malang. Baru saja hendak menegur, sejumlah aparat kepolisian dengan berpakaian dinas lengkap dan berpakaian preman mendadak menghampiri korban.‬

‪”Baru saja saya tegur, tak lama keluar sejumlah orang berpakaian Brimob dan berpakaian preman. Rambutnya cepak-cepak. Ada 20 orang, sekompi gitu,” kata Sunardi.‬

‪Sekelompok orang yang diduga berasal dari Perumahan Bhayangkara tersebut, kemudian tanpa basa-basi membabi buta menghajar korban. Bahkan, aparat penegak hukum itu menghajar korban dengan mengenakan senjata. Sembari melontarkan kata-kata penuh intimidasi.‬

‪”Saya dihajar. Dipukul pakai pistol juga. Mereka bilang, ‘diam kamu! Kalau enggak, saya tembak biar kamu mampus!'” ujar Sunardi menceritakan ulang ucapan sejumlah oknum Brimob tersebut.‬

‪Beruntung, sejumlah warga yang ada di lokasi langsung melerai dan menyelamatkan korban. Ia langsung melakukan visum dan melaporkan kejadian penganiayaan tersebut kepihak Polresta Kabupaten Bekasi, dengan nomor LP 381_194/SPKT/K/IV/2016/Resta Bekasi.‬

‪”Saya gak tau mereka Brimob dari (unit) mana. Yang saya tau, mereka datang dari perumahan Bhayangkara, yang deket dengan tanah orangtua saya itu,” katanya. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini