Siyono, Korban Densus 88?

Ilustrasi Siyono yang Meninggal Setelah Diperiksa Densus 88Kasus mengenai Siyono, warga Dusun Pogung, Desa Brengkungan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang merupakan terduga teroris, terus saja bergulir. Ia ditangkap oleh Densus 88 pada 8 Maret 2016 lalu, setelah sholat Maghrib di masjid dekat rumahnya.

Siyono akhirnya dikabarkan tewas setelah diperiksa. Tubuhnya mengalami lebab-lebam, dan juga dipenuhi oleh luka.

Mengenai hal ini, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Anton Charliyan, mengatakan, melalui Kompas.com, saat ditangkap, Siyono sempat menyerang polisi di mobil. Pergulatan itulah yang menyebabkan Siyono meninggal dunia.

Namun, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan bahwa sebenarnya, dalam kasus meninggalnya Siyono, ada yang ganjal, karena tubuhnya yang dipenuhi oleh lebam, dan luka. Dugaannya adalah adanya tindakan penyiksaan dan penganiayaan.

Mengenai penangkapan seorang yang terlibat suatu kejahatan, sudah menjadi kewajiban pihak yang berwajib, sebelum menangkap tersangka, mereka harus menunjukkan surat kuasa penangkapan. Tapi tidak begitu halnya dengan kasus Siyono ini. Pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan surat kuasa tersebut.

“Sampai detik ini tidak ada satu lembar surat pun yang dikeluarkan dari institusi yang menangkap atau yang menyebabkan kematian Siyono. Apakah dari Densus atau dari mana itu belum tahu. Jadi belum ada surat secara formal yang diterima keluarga,” ujar Marso, ayah Siyono, melalui kuasa hukumnya, Sri Kalono (radarsolo.co.id). (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini