Sensus Ekonomi, Bahan Acuan Program Perekonomian Sepuluh Tahun Kedepan

Shmad Syaiku dan para petugas sensus ekonomiBEKASI BARAT – Hari ini merupakan hari pertama sensus ekonomi, yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia secara serentak di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, salah satunya yakni di Kota Bekasi. Petugas sensus ekonomi dari Badan Pusat Stasistik (BPS) Kota Bekasi mendatangi rumah dinas Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu, di Jakasampurna, Bekasi Barat. Para petugas yang datang menanyai Ahmad Syaikhu dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan tentang ekonomi. Tampak hadir Sasmito, selaku deputi statistik, distribusi, dan jasa BPS nasional. Ia didampingi oleh Waluyo, kepala BPS Kota Bekasi.

“Ya ini merupakan sensus ekonomi yang dilaksanakan secara serentak, dari 1 Mei hingga 31 Mei. Pemerintah mengadakan sensus ekonomi dengan tujuan data atau hasil yang didapatkan langsung di masyarakat bisa menjadi suatu bahan acuan pemerintah pusat untuk membuat program perekonomian sepuluh tahun kedepan,” Sasmito, Minggu (01/05).

Dirinya juga menjelaskan, sensus perekonomian juga digunakan oleh pemerintah sebagai tolak ukur dan sebagai dasar penguatan ekonomi, serta salah satu cara mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan perekonomian di Indonesia.

Petugas sensus ekonomiDitempat yang sama, Waluyo mengungkapkan, untuk di Kota Bekasi sendiri ada 4.723 mitra atau petugas pencacah listing sensus ekonomi 2016, dan tersebar hingga ketingkat RT.

“Untuk Kota Bekasi, jumlah keseluruhan mitra atau petugas pencacah listing ada 4.723. Seluruhnya sudah tersebar di tiap kecamatan hingga RT yang ada di Kota Bekasi. Kita miliki target hingga satu bulan kedepan sudah bisa selesai dan memperoleh hasil yang maksimal. Hari ini kita mulai sejak jam delapan pagi,” kata Waluyo.

Sementara itu, Ahmad Syaikhu menambahkan, sensus ekonomi yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai refleksi kebijakan pemerintah, yang artinya ada gambaran rill, atau suatu pemetaan tentang perekonomian yang ada di Kota Bekasi. Dirinya juga berharap sensus ekonomi akan menjadi suatu bahan sebagai tolak ukur kekuatan perekonomian yang ada di Kota Bekasi.

“Sensus ekonomi yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai refleksi kebijakan pemerintah, yang artinya ada gambaran rill atau suatu pemetaan tentang perekonomian yang ada di Kota Bekasi. Ini juga akan menjadi suatu bahan tolak ukur kekuatan perekonomian yang ada di Kota Bekasi. Dan bahan atau data ini nantinya bisa kita lihat, sejauh mana tingkat perekonomian di daerah berkembang atau tidaknya. Tentu setelah ada data yang diperoleh oleh pemerintah, bahan atau data ini bisa dijadikan sebagai bahan untuk program perekonomian kedepannya,” papar Syaikhu. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini