BEKASI TIMUR – Musim libur sekolah yang bertepatan dengan momentum awal bulan Ramadhan, diprediksikan akan memengaruhi intensitas transportasi mudik Lebaran.
Hal tersebut dikatakan oleh kepala UPTD terminal Kota Bekasi, Fatikun, saat ditemui infobekasi.co.id di ruangannya, Senin (16/05).
“Libur sekolah itu kan sampai sekitar 6 Juni 2016, jadi saya prediksi, arus mudik bakal berkurang karena sudah pada mudik duluan saat libur sekolah,” ujar Fatikun.
Ia juga menginformasikan, sejauh ini seluruh PO yang ada di terminal Bekasi Timur belum melaporkan jumlah bus yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran, karena situasi yang belum menentu.
“Mereka belum berani karena situasinya yang masih belum pasti. Sementara untuk penyediaan itu kan mereka harus menyewa bus,” kata dia.
Meski begitu, ia menyebutkan akan tetap menyediakan angkutan tambahan dengan meminta bantuan bus ke pihak Transjakarta.
“Kita akan ajukan surat ke pihak manajemen Transjakarta untuk angkutan ke sekitar Jabodetabek, seperti Bogor dan Bandung, apabila dibutuhkan mendadak,” paparnya.
Ia menyebutkan, untuk jumlah bus reguler yang tersedia di terminal Kota Bekasi ialah 400 bus, sementara untuk bus pariwisata dan cadangan yang dipakai saat hari-hari besar berjumlah 100 bus.
“Tapi biasanya intensitas kenaikan angkutan mudik saat Lebaran juga tidak terlalu tinggi. Hanya kisaran 10 hingga 15 persen pertahun,” ucapnya. (Sel)





























