Walikota Bekasi Pantau Aliran Sungai Cikeas di Jatiasih

Rahmat-EffendiJATIASIH – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, pada Selasa pagi (24/05), melakukan peninjauan aliran Sungai Cikeas, yang berada di belakang Yayasan Darul Fajar, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

“Saya datang ke masjid Siti Rawani, melihat aliran sungai Cikeas, yang berada tepat di belakangnya. Ketinggian airnya yang kita anggap sudah lumayan, ternyata masih bisa meninggi ke pemukiman, jika ada kiriman air dari Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, saya meminta agar dibuatkan Dam,” kata Pepen, sapaan akrab walikota Bekasi.

Menurutnya, Kota Bekasi perlu dipasang pompa air karena banyak daerah yang masih terkena banjir. Hal ini lantaran elevasi Bekasi hanya 21 meter di atas permukaan laut.

“Kalau dibilang Kota Bekasi banyak daerah banjirnya, memang elevasinya cuma 21 meter di atas permukaan laut, maka dari itu perlu dipasang pompa, agar air yang masuk ke permukiman bisa cepat surut. Dulu banyak daerah resapan, dan persawahan. Seiring pembangunan di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, sekarang banyak yang sudah berubah menjadi perumahan maupun pabrik. Karena sekarang huniannya sudah banyak dan resapan air otomatis berkurang,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, persoalan banjir bukan karena volume air yang ada di sungai. Menurutnya, volume air di sungai pada tiap harinya tetap.

“Sehingga problem permasalahan aliran sungai itu bukan karena persoalan volume air, karena pada tiap harinya volume air yang ada di sungai tetap stabil. Banjir terjadi karena persoalan-persoalan tata ruang. Jadi kalau wilayah Sentul dan Hambalang hujan deras, dan disana tidak ada resapan air, tentunya air yang mengalir ke sungai Cikeas ini jelas bisa meluap,” ujarnya.

Pada tahun ini, pemerintah Kota Bekasi telah menganggarkan untuk pembangunan bendungan kota dan menganggarkan pembangunan tandon air.

“Sekarang ini saya sedang minta untuk dirancang semuanya oleh Dinas Bina Marga dan Tata Air. Dimulai dari belakang masjid Siti Rahwani, sampai dengan belakang perumahan Jaka Kencana, harus dibuat tandon untuk menampung air, double tanggul, dan bagaimana sistem pompanya agar air yang masuk ke wilayah warga bisa segera surut,” kata Rahmat. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini