Skip to content

Dari Perkampungan Terpisah Hingga Jadi Pusat Kecamatan: Jejak Kampung Nangka

Infobekasi.co.id – Sebelum menjadi bagian dari wilayah Kaliabang Tengah, Kampung Nangka dulunya merupakan perkampungan yang terpisah dan terletak di pinggiran Kaliabang.

Hal ini tercatat dalam dokumentasi peta wilayah Bekasi yang dibuat pemerintah kolonial Belanda tahun 1882, sumber arsip Universitas Leiden.

Menurut penggiat sejarah Bekasi, Endra Kusnawan, pembagian wilayah Kaliabang pada masa itu hanya terdiri dari tiga bagian utama.

“Kaliabang dulunya hanya terbagi menjadi tiga, yaitu Kaliabang Ilir, Kaliabang Tengah, dan Kaliabang Udik. Seiring berjalannya waktu, perkampungan-perkampungan di sekitarnya mulai bergabung dan menyatukan wilayahnya, termasuk Kampung Nangka,” ujar Endra saat berbincang dengan Infobekasi, Kamis (25/6/2026).

Mengenai asal usul nama “Nangka”, Ia menjelaskan, penamaan wilayah yang mengacu pada nama pepohonan atau buah termasuk dalam kajian toponimi vegetasi.

“Masyarakat zaman dahulu sangat dekat dengan alam. Mereka sering menggunakan ciri khas lingkungan sekitar sebagai penanda arah, tempat berkumpul, atau sekadar nama agar mudah diingat. Begitu juga dengan Kampung Nangka, kemungkinan besar di wilayah tersebut dulunya banyak tumbuh pohon nangka,” terangnya.

Kini, wajah Kampung Nangka telah berubah jauh. Wilayah yang dulu hanya perkampungan di pinggir Kaliabang kini menjadi salah satu pusat kegiatan pemerintahan, berdiri kantor Kecamatan Kaliabang Tengah. Kawasannya pun padat dengan permukiman warga, serta deretan toko dan usaha yang berjejer di sepanjang jalan raya, menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat setempat.

(Ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *