Tiap orang memang memiliki sifatnya masing-masing. Tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Ada yang keras kepala, sok tahu, pembohong, pemalu, percaya diri, bahkan kalau berbicara, ada yang suka ceplas-ceplos. Mungkin maksud hati sih baik ya, tidak ingin berbicara dibelakang orang yang bersangkutan, tapi apa orang yang diceplas-ceplosi itu menerima setiap omonganmu? Bagaimana jika ia merasa sakit hati?
Nah, mulai sekarang, jika kamu punya sifat ini, hilangkan ya, karena ini bisa membuat orang lain sakit hati loh. Memang sifat yang buruk itu tidak bisa dengan cepat hilang, namun paling tidak ada perubahan sedikit demi sedikit. Seperti yang dilansir dari hipwee.com, infobekasi.co.id punya beberapa tipsnya nih untuk kamu. Dibaca baik-baik ya!
Tunggu Orang Lain Berbicara
Katanya sih ini merupakan bagian yang tersulit, karena orang sepertimu yang suka ceplas-ceplos, sulit untuk mengontrol diri, apalagi jika ada omongan atau ide yang kamu tidak setujui. Maka dari itu, kamu harus kontrol emosi, dan tunggu orang lain berbicara terlebih dahulu, agar kamu bisa mempersiapkan respon yang seperti apa yang harus kamu utarakan supaya tidak ada pihak yang tersinggung.
Ajukan Pertanyaan yang Berfokus Pada Lawan Bicara
Kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan yang membutuhkan jawaban panjang. Jadi ketika sedang dijawab, yang perlu kamu lakukan adalah hanya mendengarkan saja. Meskipun sebenarnya kamu tidak butuh jawabannya. Tapi jangan ajukan pertanyaan yang mengintimidasi ya!
Pelankan Suaramu
Dengan memperkecil suaramu, orang yang bersangkutan bisa saja tidak mendengar kan? Jadi ini sebenarnya merupakan tahap awal kamu untuk menghilangkan ceplas-ceplos kamu ya..jangan karena berpikir ini efektif karena lawan bicara tidak mendengar, lantas kamu masih mempertahankan keceplas-ceplosanmu itu.
Pikir Ulang Sebelum Berbicara
Nah ini penting loh. Ketika kamu ingin berbicara, kamu harus selalu memikirkan terlebih dahulu, apakah yang akan kamu ucapkan itu akan membuatnya sakit hati apa tidak? Coba kamu posisikan dirimu dengannya. Bagaimana jika kamu dibilang seperti apa yang akan kamu bilang kepada lawan bicaramu. Misalnya gila, mulut lo bau banget, terlebih jika kamu mengatakannya di depan banyak orang.
Berteman dengan Orang yang Tertutup
Jika kamu berteman dengan orang yang tertutup, mungkin bisa saja kamu bahkan tidak punya kesempatan untuk berbicara seenaknya. Jadi kamu hanya bisa berbicara seperlunya saja. Dan tentu saja ini bisa jadi pembelajaran juga kan? (Adm)








































