Gadis Ini Main Pokemon Go, yang Ditemukan…

Pokemon GoSetelah COC, game terbaru saat ini yang sedang digandrungi banyak orang adalah Pokemon Go. Tidak lama setelah diluncurkan, pada 6 Juli 2016, di Amerika Serikat, jumlah unduhan game tersebut sudah mencapai 10 juta lebih di minggu pertama kehadirannya. Penggunaan game ini berhasil melampaui pengguna aktif harian Twitter serta memiliki waktu rata-rata pengguna yang lebih tinggi dibandingkan Facebook, Snapchat, Instagram dan WhatsApp.

Namun ternyata, game ini bisa mendorong terjadinya kecelakaan dan perampokan. Di Wyoming, Amerika Serikat sendiri, seorang gadis bernama Shayla Wiggins, 19 tahun, yang sedang mencari sebuah karakter dari Pokemon, malah menemukan mayat.

Shayla menemukan mayat tersebut pada Jumat 8 Juli 2016, ketika sedang mencari Pokemon dekat jembatan sebuah sungai. Saat melompati pagar untuk mendekati sungai, ia melihat ada dua rusa di tepi sungai dan mayat seorang pria berbaju hitam. Mayat itu terbenam di air hanya dua meter darinya.

“Saya mungkin tidak akan pernah turun ke sana jika tidak karena permainan ini,” ujar Shayla kepada CNN.

Tidak hanya itu saja. Di St. Louis, Missouri, empat remaja menggunakan game ini untuk melakukan pencurian bersenjata terhadap belasan korban.

Banyak laporan mengenai para pemain yang mengalami cedera ringan akibat tersandung dan jatuh karena terpaku pada layar ponsel. Ada juga yang mengalami kecelakaan ringan karena sedang mencari karakter dalam Pokemon Go sambil mengemudi.

Pengembang permainan Pokemon Go, Pokemon Company International and Niantic Inc. dan Nintendo Co. Ltd, mengatakan game Pokemon Go menggunakan GPS dan sistem kamera pada perangkat elektronik yang digunakan para pemain. Pengembang pun mengingatkan para pemain Pokemon Go untuk senantiasa waspada saat bermain.

“Kami mendorong semua orang yang bermain Pokemon Go selalu waspada dengan lingkungan sekitar dan disarankan bermain dengan teman-teman ketika pergi ke tempat yang baru atau tidak dikenal,” bunyi pernyataan sebuah surat elektronik Pokemon Company International and Niantic. (Adm)

Sumber : Tempo.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini