Dewan Pinta Dinkes Bekasi Dan BPPOM Perketat Pengawasan Obat

DPRD Kota BekasiBEKASI TIMUR – DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Kota Bekasi memperketat pengawasan peredaran obat di wilayah Kota Bekasi terkait ditemukanya vaksin palsu.

 Dari data yang telah dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setidaknya ada tiga rumah sakit yang terindikasi menggunakan vaksin palsu, yakni Rumah Sakit Hosana Bekasi, Rumah Sakit Elizabeth Rawalumbu, Rumah Sakit Permata Mustikajaya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Saheralayali, saat ditemui di ruang kerjanya hari ini, Selasa (19/07) mengatakan, selama ini pengawasan yang dilakukan BPOM dan Dinkes sangat lemah, sehingga harus ada tindakan tegas terhadap rumah sakit pengguna vaksin palsu. Rumah sakit yang dianggap teledor harus melakukan evaluasi kembali terhadap peredaran obat. Dinkes juga harus dituntut lagi, agar memaksimalkan fungsi pengawasan obat dan vaksin, serta harus ada kerja sama dengan instansi terkait.

“Sangat kaget, saat Menkes umumkan ada rumah sakit pengguna vaksin palsu di wilayah Kota Bekasi. Ini sangat bahaya, ini masa depan anak-anak kita. Vaksin ini kebanyakan di pakai untuk anak, apa isi vaksin palsu itu? Harus dicari tahu. Berbahaya atau tidak buat anak yang divaksin,” tutur dia, Selasa (19/07).

Sementara Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi, Dady Kusradi, mengaku akan memanggil Dinkes dan pihak rumah sakit untuk meminta keterangan dengan ditemukanya vaksin palsu.

“Akan kami panggil ke Komisi D untuk diminta keterangannya terkait mekanisme pembelian obat di rumah sakit,” katanya.

Pihaknya juga meminta agar manajemen rumah sakit tidak diwakilkan oleh pihak lain. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini