Janggal Dengan Pemilihan Dirut Baru PDAM Tirta Bhagasasi, Pemkot Minta Laporannya

Tirta BhagasasiBEKASI SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meminta dewan pengawas PDAM Tirta Bhagasasi untuk memberikan laporan proses pemilihan dirut baru. Dikatakan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effend, dalam pemilihan direktur baru PDAM Thirta Bhagasasi ini, harus ada aturan yang dijalankan, seperti Pemendagri dan juga sarat khusus yang harus dimiliki calon dirut BUMD.

Menurut pria yang akrab disapa Pepen ini, dengan pergantian dirut PDAM Bhagasasi, banyak yang memiliki kepentingan, karena itu dewan pengawas, sebagai panitia harus menetapkan aturan yang baku dan berdasarkan ketentuan yang ada.

Pepen juga merasa heran, karena hingga saat ini belum menerima laporan dari dewan pengawas terkait proses pemilihan tersebut.

“Saya menekankan, jika laporan tersebut  harus transparan dan dibuka ke masyarakat. Badan pengawas belum menyajikan laporan tentang syarat pencalonan, jangan anggap Pemkot Bekasi sahamnya kecil di PDAM Bhagasasi,” katanya, Selasa (19/07).

Sementara  itu, Ketua Koordinator LSM Indonesia Fight Corruption (IFC), Aby Surya Simatupang, menilai  proses pemilihan dirut dan dirum PDAM Tirta Bhagasasi cacat hukum.

Proses pendaftaran calon dirut dan dirum PDAM Tirta Bhagasasi telah ditutup tgl 15 Juli 2016 kemarin, dan pada Minggu (17/07), telah diumumkan nama-nama yang lolos seleksi pada tahapan pertama. Tercatat ada empat nama untuk calon dirut, dan empat nama untuk calon dirum.

“Proses pemilihan ini sama sekali tidak transparan, pengumuman pembukaan pendaftaran juga tidak dimuat di media nasional maupun lokal, juga syarat-syarat yang tercantum juga sudah sarat dengan permainan,” ujarnya.

Dikatakan Aby, jika melihat dari pengumuman verifikasi tahap awal mengenai nama-nama yang lolos, disitu juga janggal.

“Dasarnya apa Usep, Solihat itu diloloskan menjadi kandidat? Padahal dalam Permendari No. 2 Thn 2007, sudah jelas bahwa direksi yang telah menjabat dua kali berturut-turut sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa tim seleksi juga tidak jelas siapa saja orangnya, dan darimana asalanya. Karena seharusnya mereka mengumumkan siapa saja yang mendaftar, baru setelah itu mereka umumkan siapa-siapa yang lolos verifikasi awal.

“Semua harus disampaikan ke masyarakat lewat media massa, bukan ujug-ujug dan diam-diam seperti ini,” tuturnya. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini