Dewan Bekasi Minta Pemkot Kaji Ulang Kepwal Terkait Sumbangan Awal Tahun (SAT) Sekolah

Upacara benderaBEKASI SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, melalui Keputusan Wali Kota (Kepwal) Nomor 442.4/Kep.380-Disdik/VI/2016, memutuskan bahwa sumbangan awal tahun (SAT) diperbolehkan pada sekolah yang ditunjuk dengan jumlah partisipasi mencapai 1 juta hingga 2,5 juta persiswa.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Irman Firmansyah, mengatakan agar SAT yang saat ini memiliki dasar Kepwal harus dikaji ulang agar tidak melanggar ketentuan atau aturan diatasnya.

“Saya belum pelajari lengkap tentang aturan Kementerian Pendidikan perihal pungutan, tetapi kalau bisa SAT dievaluasi, hal ini karena bisa saja Kepwal itu melanggar aturan diatasnya,” tutur Irman, Rabu (20/07).

Irman juga menegaskan, pihaknya akan meminta penjelasan kepada Pemkot Bekasi terkait kebijakan yang telah dikeluarkan

“Landasan Pemkot Bekasi melakukan kebijakan tersebut, yang ingin dipertanyakan dan apabila jelas bertentangan bisa Kepwal akan digugurkan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut,  Wakil Wali Kota Bekasi, Akhmad Syaikhu, mengatakan jika SAT tersebut tidak melanggar Permendikbud. Karena didalam isi Permen tersebut, masyarakat diperbolehkan berpartisipasi dalam pendanaan pendidikan.

“Itu tidak melanggar Permendikbud, asal ada kesepakatan dengan komite sekolah, dan kalau dalam UU memperbolehkan partisipasi masyarakat, karena kenyataanya belum seluruh kegiatan pendidikan dapat dibiayai oleh APBD. Kalau masyarakat mau dukung, ya tidak apa-apa. Komite itu kan perwakilan dari masyarakat,” imbuhnya.

Meskipun diperbolehkan adanya partisipasi masyarakat atau orangtua siswa dalam segi pendanaan pendidikan, akan tetapi harus dilaksanakan dengan transparan, karena dana tersebut untuk menopang anggaran-anggaran yang tidak masuk dalam APBD.

“Intinya dana itu harus dikelola dengan secara trasparan, dan kita akui bahwa APBD, meskipun sudah 28 persen dialokasikan untuk pendidikan, atau 1,8 trilyun rupiah, belum mampu membiayai seluruh kegiatan sekolah,”  ujarnya.

Diketahui bahwa anggaran untuk pendidikan di Kota Bekasi mencapai 2 triliun rupiah lebih. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini