Masih 180 Ribu Penduduk Bekasi Belum Lakukan Perekaman KTP Elektronik

AlexanderBEKASI TIMUR – Seiring dengan ketetapan dari Departemen Dalam Negeri, yang menyatakan bahwa batas waktu perekaman KTP elektronik ialah hingga 30 September, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Alexander Zulkarnaen, mengatakan bahwa masih ada 180 ribu penduduk Kota Bekasi yang belum melakukan perekaman.

“Di Kota Bekasi yang belum perekaman itu sekitar 180 ribu, tapi dari 180 ribu itu ada kasus dimana dia dobel data penduduk alias dobel KTP,” ujar Alex, Kamis (25/08).

Menurut Alex, kasus doble KTP-el ini haruslah diperbaiki, dimana tiap satu orang hanya boleh memiliki satu buah KTP elektronik.

Ia mengatakan, apabila disandingkan dengan daerah sekitar Kota Bekasi seperti Kabupaten Bekasi saja, tercatat ada 24 ribu masyarakat yang dobel data, Karawang ada 5 ribu data dobel, sementara Jakarta dan Tangerang masih dalam proses pendataan.

“Saya prediksi paling banyak warga dengan KTP Jakarta. Kalau yang seperti itu kita lihat saja di datanya, kalau dia sudah perekaman di Kabupaten Bekasi misalnya, berarti dia resmi jadi warga di Kabupaten Bekasi. Otomatis data di Kota Bekasi ini akan kami hapus. Patokan kami adalah, dia perekaman di mana? Makanya sekarang ini kami sedang menyandingkan data dengan kota kabupaten tetangga. Biar bersih betul data kependudikan di Kota Bekasi,” paparnya.

Ia menargetkan, proses perekaman akan dapat dilakukan sesuai target mengingat instruksi dari Depdagri ini bersifat nasional.

“Masyarakat yang sudah wajib KTP elektronik tapi belum rekam-rekam, ya setelah 30 September nanti mau tidak mau tidak bisa dilayani jika mau mengurus kepentingan lain. Orang untuk melakukan perekaman itu mudah kok, masyarakat tinggal bawa fotokopi kartu keluarga saja sudah bisa melakukan perekaman,” tuturnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini