Arus MEA Semakin Besar, Wakil Wali Kota Bekasi Sosialisasikan Perlunya Pengawasan Orang Asing
BEKASI SELATAN – Semakin mudahnya akses penduduk asing yang masuk ke Indonesia akibat dari adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dipandang Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, perlu untuk meningkatkan fungsi pengawasan terhadap orang asing yang khususnya masuk ke Kota Bekasi.
“Saya yakin dengan adanya keterbukaan MEA, maka arus orang asing akan terbuka lebar. Hal ini menuntut kita adanya cermatan dan monitoring orang asing di negara ini, utamanya di Kota Bekasi,” ujar Ahmad Syaikhu saat ditemui di kegiatan Sosialisasi Pemantauan dan Pengawasan Orang di Kota Bekasi yang diadakan di Griya Wulansari, Jumat (16/09).
Kegiatan yang melibatkan peserta dari dua belas Kepala Seksi Kependudukan Kecamatan dan lima puluh enam Kasie Pemerintahan Kelurahan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan terhadap orang asing.
“Saya ingin ada inventarisasi yang kuat terhadap orang asing di lingkungan Kelurahan di Kota Bekasi, bukan artinya mereka tidak boleh berusaha, namun asal seluruhnya pekerja legal tidak masalah. Jadi ada timbal balik, bagi Bekasi dapat PAD dan mereka nyaman untuk melakukan usaha-usaha di Bekasi,” katanya.
Faktor pengawasan orang asing, lanjut dia, juga berpengaruh kepada masukan PAD. Saat ini, tercatat ada lebih dari 1.000 orang yang mengurus perizinan di imigrasi. Semestinya, orang asing ini bisa mendongkrak PAD Kota Bekasi apabila terdaftar secara legal.
“Kita dikejutkan dengan kejadian-kejadian begitu mudahnya orang masuk ke sini tanpa kontrol di bandara secara ketat. Ini secara kewaspadaan nasional. Ironisnya upaya-upaya yang diakukan Pemerintah, kita lengah kadang-kadang. Ini yang harus dicermati betul dan jadi tanggung jawab kita untuk memelihara negeri ini supaya bisa membangun negeri ini kedepan lebih baik lagi,” ujar Ahmad Syaikhu.
Lanjutnya, kalau negara lain seperti Malaysia, mampu mengembalikan penduduk ilegalnya ke negara semula, mengapa Indonesia tidak bisa melakukan hal yang sama?
“Tentu kita harus punya sikap seperti itu. Kita juga harus berani. Kepribadian ini yang harus dituntut bahkan pengawasan orang asing. Saya sangat berharap jangan sampai hanya karena iming-iming sedikit, idealisme kita memperthankan NKRI menjadi pudar,” tuturnya. (Sel)


