
BEKASI SELATAN – Menanggapi keluhan sejumlah pasien terkait kosongnya obat-obat di RSUD Kota Bekasi, pihak rumah sakit memohon maaf kepada seluruh pasien, khusunya yang dirawat atau rawat jalan.
Menurut Wakil Direktur Umum, Tri Sulistyaningsih, tidak semua stok obat kosong, masih ada obat yang tersedia.
“Tidak semuanya obat kosong. Masih ada kok stok obat lainnya yang tersedia dan masih aman,” kata Sulis, sapaan akrab Tri Sulistyaningsih, Jumat (07/10)
Sulis juga menambahkan, kekosongan stok obat di RSUD Kota Bekasi karena adanya kesalahpahaman dalam komunikasi antara pihak ketiga dengan rumah sakit, sehingga terjadinya keterlambatan pengiriman hari ini, Jumat (07/10).
“Masalahnya teknis, hanya ada kesalahpahaman saja, hingga terjadi keterlambatan untuk satu hari ini. Selain itu, adanya peralihan dari manajemen yang lama dan jabatan yang kosong sebagai direktur utama RSUD Kota Bekasi, yang saat ini dipegang oleh Kepala Inspektorat, Pak Cucu sebagai PLT,” tuturnya.
Pihak RSUD Kota Bekasi menjamin satu atau dua hari ini semua stok obat dapat terpenuhi.
“InsyaAllah, dalam waktu satu dua hari ini, obat-obat bisa tersedia. Keluarga pasien diharap tenang,” ujar dia.
Sementara itu, Pusporini, Wakil Direktur Pelayanan di RSUD Kota Bekasi, mengatakan bahwa anggaran kurang lebih Rp 4,4 milyar tahun 2016 yang dianggarkan Pemerintah Kota Bekasi bukan hanya untuk membeli obat-obat saja, namun juga untuk kebutuhan lainnya.
“Iya ada anggaran 2016 sebesar Rp 4,4 milyar, tapi bukan untuk membeli obat-obat saja, tapi untuk yang lainnya juga,” kata Pusporini. (Tio)





























