BPBD Kota Bekasi Masih Kekurangan Perahu Karet dan Armada

BEKASI SELATAN – Terhambatnya proses evakuasi korban oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi ketika banjir kemarin, diakui Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Edy Sukamto, akibat masih kurangnya armada dan perahu karet yang dimiliki oleh BPBD Kota Bekasi.

“Kendala kami adalah karena cakupan dampak wilayah banjir yang sangat luas sehingga kendala utama armada. Suka terlambat karena akses semua jalan macet. Lalu kami juga masih kurang perahu karet, karena kami hanya punya lima perahu karet,” ujar Edy kepada infobekasi.co.id, Rabu (22/02).

Menurut Edy, walau sudah dibantu dari tagana, damkar dan PMI, banyaknya permintaan bantuan evakuasi dari masyarakat membuat BPBD tetap kekurangan perahu.

“Lagi-lagi karena luasnya cakupan dan permintaan dari masyarakat, akhirnya kami masih kekurangan perahu. Kami harus berbagi. Satu perahu kalau sudah dievakuasi, kami pindahkan ke tempat yang lain,” jelasnya.

Ia mencatatkan, sedikitnya ada lebih dari tiga puluh titik banjir yang terjadi selama tiga hari kemarin. Dimana dari data yang masuk, ada tujuh belas titik pada Minggu (19/02), sembilan titik pada Senin (20/02), dan enam belas titik pada Selasa (21/02).

“Dari semua data ini ada yang lanjutan dari data hari sebelumnya. Contoh IKIP, tiga hari berturut belum selesai, malah naik terus. Ada beberapa yang linier di tiga hari tersebut,” imbuh dia.

Sementara untuk Penanganan, Edy menjelaskan telah melakukan evakuasi dan pemberian bantuan logistik.

“Kemarin kami lakukan beberapa evakuasi, walau dengan keterbatasan SDM karena saking luasnya dampak dari bencana itu. Bantuan logistik juga kami berikan, seperti makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, dan alas tidur busa,” tutur Edy. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini