Nama-Nama Cantik Badai, Bagaimana Kisahnya?

Beberapa tahun yang lalu, di Filipina terjadi badai siklon tropis yang begitu dahsyat. Badai tersebut namanya Yolanda. Dalam bahasa Cina, disebut Haiyan. Akibatnya, lebih dari 3 ribu jiwa rakyat Filipina menjadi korban.

Amerika juga pernah mendapat serangan badai yang begitu dahsyat. Tepatnya pada 2011 lalu. Namanya adalah Katrina. Disusul kemudian badai Sandy pada 2012.

Yolanda, Katrina, dan Sandy adalah tiga dari banyak nama badai. Selain tiga nama tersebut, ada pula Ophelia, Paula, Santa Ana, San Felipe, Chris, Alberto, Beryl, dan masih banyak yang lainnya. cantik ya namanya?

Sebenarnya bagaimana sejarahnya hingga badai-badai tersebut memiliki nama-nama cantik tersebut?

Berawal dari Nama-Nama Santa

Penamaan badai sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Masyarakat di seputaran Karibia sudah menggunakan nama-nama unik untuk penyebutan badai.

Dalam bukunya Hurricane, Ivan R. Tannehill, seorang letnan yang banting setir menjadi ilmuwan cuaca, mengatakan bahwa awal penamaan badai banyak terinspirasi dari nama-nama santa perempuan dalam agama Katolik. Lebih tepatnya adalah santa-santa yang tanggal lahirnya berdekatan dengan tanggal terjadinya badai yang bersangkutan. Nama Santa Ana, misalnya, dipilih untuk menyebut badai yang terjadi pada 26 Juli 1825 di Puerto Rico.

Amerika Serikat pernah mengusulkan menggunakan titik koordinat untuk menentukan nama badai, tapi itu gagal karena dianggap terlalu rumit. Alasannya karena metode identifikasi ini rumit dan sistem radio cukup membingungkan yang lebih banyak menyebabkan kesalahan.

Revolusi penamaan badai terjadi di awal 1950-an. Pada 1953, para peramal cuaca mulai menggunakan nama-nama perempuan. Sistem ini kemudian diadopsi oleh Natioan Hurricane Center untuk memberi nama-nama badai di wilayah Atlantik.

Sistem pemberian nama lantas disempurnakan pada 1979. Tidak hanya nama-nama perempuan, tapi juga nama-nama laki-laki, dengan sistem alfabetik. Nama-nama yang berawalan Q, U, X, Y, dan Z tidak digunakan. Belum ditemukan alasan pasti kenapa nama-nama dengan awalan huruf tersebut diabaikan. Jadi, tiap tahun ada dua puluh satu jatah nama. Apabila badai yang terjadi melebihi jumlah nama, selanjutnya akan didasarkan pada aksara Yunani, Alpha, Beta, dan seterusnya. Misal untuk nama-nama badai 2012: Alberto, Beryl, Chantal, Ernesto, Sandy (terparah), Joyce, dan lain sebagainya.

Selalu Dirotasi

Otoritas pemberian nama badai berada di bawah kuasa badan meteorologi dunia, Word Meteorogical Organization. Badan ini bertugas memperbarui enam wilayah cuaca di dunia dengan Amerika Serikat sendiri dibagi menjadi beberapa wilayah: utara, tengah, dan Karibia.

Nama-nama tersebut akan dirotasi setiap enam tahun. Nama-nama yang memakan banyak korban akan diabaikan dan diganti dengan nama-nama baru. Nama-nama tersebut akan dipilih melalui pemungutan suara yang dilakukan oleh WMO.

Selain itu, nama-nama itu juga harus sesuai dengan visi awal pemberian nama badai, di antaranya:

  • Bisa membantu mengidentifikasi setiap siklon dengan mudah.
  • Bisa membantu masyarakat sepenuhnya sadar atas perkembangan badai.
  • Mempermudah media lokal atau internasional untuk fokus terhadap satu siklon.
  • Tidak membingungkan masyarakat.
  • Mudah diingat.
  • Kemampuan untuk menjangkau masyarakat luat lebih cepat. (Adm)

Sumber : intisari-online.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini