Pastikan Kualitas Armada, Dinas LH Provinsi DKI Jakarta Uji Emisi di TPST Bantargebang

BANTARGEBANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, Rabu (15/03), melakukan uji emisi armada truk sampah di area komposting Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi armada baik dan tidak mencemari udara dengan zat karbon dioksida. Uji emisi dilakukan terhadap 300 unit truk sampah DKI dari total 1.210 truk sampah yang dimiliki Pemprov DKI.

“Kami tahap awal 300 unit. Dinas LH ingin memberikan kontribusi melakukan upaya pengendalian terhadap pencemaran udara. Salah satunya kami mulai dari truk sampah,” ujar Isnawa dihadapan awak media.

Uji emisi ini, menurut Isnawa akan dilakukan setiap enam bulan sekali dan pihaknya akan selalu menghitung setiap akhir tahun, berapa kendaraan yang telah melakukan uji emisi.

“Akhir tahun akan kami himpun berapa banyak truk sampah yang melakukan uji emisi dan akan kami hitung ada perubahan nggak kendaran-kendaraan ini terhadap pencemaran polutan di udara seiring dengan perubahan yang dilakukan dengan uji emisi yang dilakukan di sini,” ucapnya.

Isnawa mengatakan, TPST Bantargebang dijadikan sebagai tempat pengujian emisi karena merupakan lokasi dari pusat pembuangan sampah dari DKI Jakarta.

“Kami sejak 2015 servis sudah melakukan perawatan dan pemeliharaan secara berkala. Namun kami nggak tau kan dalam perjalanan truk sampah ini mungkin ada yang ngebul atau menghasilkan emisi karbon yang luar biasa, maka kami lakukan uji emisi ini,” imbuh Isnawa.

Apabila kendaraan yang melakukan uji emisi sesuai standar, Isnawa mengatakan bahwa truk tersebut akan diberikan stiker tanda lulus uji emisi. Sementara yang tidak lulus akan diberi catatan rekomendasi perawatan lebih lanjut untuk uji emisi.

“Kalau sudah servis Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) saya yakin lulus deh. Mereka kan ada servis. Kan mungkin saringan diganti dan ada komponen yang diperbaiki supaya lebih sehat lagi. Yang penting dia harus servis untuk lulus uji emisi. Kalau nggak lulus uji emisi ya tetap boleh beroperasi, namun kami ada catatan-catatan. Truk itu kan ada kontrak servis dengan ATPM, jadi mungkin bisa diprioritaskan untuk servis dulu. Kasian kan kalau ngebul dibiarkan,” tutur dia. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini