Lakukan Ini, Wali Kota Bekasi Dapat Penghargaan Komnas HAM RI

JAKARTA – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menerima penghargaan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI tentang Perlindungan dan Pemenuhan atas Kebebasan Beragama dan Keyakinan tahun 2017, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (16/03).

Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi Komnas HAM terhadap beberapa daerah yang berdedikasi dalam Perlindungan dan pemenuhan Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.

Selain Wali Kota Bekasi, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Wali Kota Manado, Vicky Lumentut, juga menerima penghargaan serupa dan menjadi panelis bersama Wali kota Bekasi dalam Kongres Nasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Kongres Nasional KBB) di Indonesia tahun 2017.

Rahmat Effendi, mengatakan, sejak 2010 dirinya gencar melakukan kampanye toleransi beragama, yang dimulai dari terbentuknya Kerukunan Umat Beragama setiap kecamatan se-Kota Bekasi, pada 14 Maret 2011 lalu.

“Alhamdulillah saat ini di Kota Bekasi sudah ada yang namanya Majelis Umat Beragama di dua belas kecamatan dan lima puluh enam kelurahan. Dalam Majelis ini terdapat para tokoh dari lintas agama,” kata Rahmat Effendi.

Ia menambahkan, Kota Bekasi adalah kota yang heterogen, dengan jumlah penduduknya yang mencapai 2,6 juta jiwa. Namun, kelompok-kelompok radikal atau intoleransi di Kota Bekasi masih ada. Tapi semua itu dapat diselesaikan dengan norma hukum dan Undang-Undang yang berlaku.

“Tugas kepala daerah itu adalah melaksanakan Undang-Undang. Jadi tidak boleh takut dengan tekanan. Harus proposional. Jadi pada saat ketentuannya sudah berjalan, normatifnya sudah berjalan, tidak ada yang perlu ditakuti,” ucapnya.

Kasus persoalan gereja Katolik, Santa Clara beberapa waktu lalu di Kota Bekasi, menjadi perhatian dunia. Hal ini yang mendasari dirinya dipanggil ke Vatikan, Roma.

“Setelah saya ketemu Romo Katedral di Jakarta, saya ke Marsudirini, kemudian dapet salam dari duta besar Vatikan. Ternyata beliau memerhatikan Kota Bekasi tentang keberagaman yang selama ini kita lakukan, terutama pada persoalan Gereja Kalamiring, Santa Clara yang sempat ramai itu, sudah selesai semua. Bahkan peletakan batu pertamanya saya yang lakukan,” tutur Rahmat kepada infobekasi.co.id. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini