Keluarga Korban Siswi MTs yang Tewas Dibunuh Pinta Pelaku Dihukum Mati

BEKASI UTARA – Suasana duka menyelimuti keluarga pasangan Ismail Basuki dan Mabruroh, kedua orangtua Nur Fadilah (15), siswi Mts kelas 8 yang tewas dibunuh oleh pemuda yang baru dikenalnya di media sosial Facebook, yang berinisial YD (25).

Saat ditemui di rumahnya di Kampung Rawa Bugel, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Ismail, ayah korban mengaku bahwa dirinya mengetahui dari warga dan Polsek Babelan yang mengatakan bahwa anaknya telah tewas akibat kecelakaan, dan jasadnya sedang diotopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

“Dari informasi kedua yang saya dapet, anak saya itu tewas dibunuh, karena Polisi nemuin luka sayatan di bagian perut akibat senjata tajam,” kata Ismail kepada infobekasi.co.id Rabu (19/04).

Setelah diotopsi dan hasilnya diketahui bahwa anak ketiga dari enam bersaudara ini merupakan korban pembunuhan, Mabruroh ibu korban histeris dan pingsan.

Jasad korban langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Rawa Bugel pada Senin malam kemarin (17/04) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saya stres denger kabar kalau anak saya tewas dibunuh, padahal terakhir sebelum tewas, anak saya main sama temennya, Zulpah (15). Anak saya juga ga pernah main jauh-jauh kalo gak diajak Zulpah. Kalau pulang sekolah yah biasanya main di lingkungan sini aja,” tutur Mabruroh.

Terakhir dirinya mendapat kabar dari Polisi bahwa anaknya tersebut, sebelum tewas kerap dicekoki minuman keras dulu oleh pelaku, dan saat korban mulai lemas dan tak berdaya, korban sempat akan diperkosa, namun melawan dan melarikan diri dalam kondisi terluka.

“Saya meminta kepada Polisi, pelaku dihukum seberat-beratnya, dan kalau perlu dihukum mati,” imbuhnya. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini