BEKASI SELATAN – Seorang gadis dari keluarga kurang mampu yang bernama Misih Sumiati (21) mengidap kanker tulang pada bagian lutut kirinya. Di bagian tersebut sudah membesar seperti buah semangka. Karena itulah maka ia sudah tidak bisa berjalan, hanya bisa tidur di ranjang Rumah Sakit Hermina Bekasi, di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
Menurut Cimih (50), ibu Misih yang selalu berada di sampingnya mengaku, awalnya anak gadisnya tersebut merasa kesemutan, namun tidak diperiksakan ke dokter, hanya diurut saja. Lama-kelamaan bagian lutut kirinya tersebut mulai membengkak.
”Awalnya cuma kesemutan, tapi kelamaan membesar,” ungkap Cimih kepada infobekasi.co.id Sabtu pagi (22/04).
Cimih yang merupakan warga Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi ini mengatakan bahwa Misih, selain diurut, ia juga diberikan beberapa obat herbal.
“Iya namanya orang kampung kalo sakit apa-apa pake herbal, tapikan pengobatannya cukup lama, dan kelamaan akhirnya terus membesar,” tambahnya.
Setelah dibantu oleh seorang warga, Misih yang biasa dipanggil Neng tersebut lalu dibawa ke Rumah Sakit Hermina, dan didiagnosis mengalami kanker tulang.
”Saya bingung, gimana bayar ongkos operasi? Kami sekeluarga dan anaknya udah pasrah kalo seandainya harus diamputasi,” ujar dia sambil meneteskan air mata.
Cimih menuturkan, bahwa mereka saat ini hanya memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
“Saat ini kami cuma punya SKTM aja,” tutur Cimih.
Dirinya berharap ada donator yang membantu biaya operasi Misih.
“Saya berharap Pemerintah Kota Bekasi dan para dermawan buat ngebantu operasi anak saya. Saya sangat-sangat berterima kasih,” imbuh dia.
Sementara itu, dokter RS Hermina yang menangani Misih mengatakan, kanker tulang yang terjadi pada pasiennya ini terjadi pada usia–usia 10-20 hingga 30 tahun. Biasanya, masyarakat sangat awam dengan jenis penyakit tersebut, karena jika terjadi nyeri pada kaki mereka, yang biasanya dilakukan hanya diurut atau refleksi.
“Kadang-kadang masyarakat masih tidak mengerti jenis penyakit tersebut. Kalau terasa nyeri pada tulang mending langsung ke dokter atau rumah sakit, jangan dilakukan pemijitan karena klo sudah parah seperti ini malah bahaya,” ujar dr. Arrio Yusman, Spesialis Ortopedis RS Hermina Bekasi.
Ia mengatakan kepada infobekasi.co.id, bahwa jalan satu-satunya yang terbaik untuk penyakit ini, karena sudah sangat berbahaya atau stadium tiga, harus dilakukan operasi amputasi.
“Cara pengobatan yang terbaik adalah dilakukan operasi amputasi, setelah itu mungkin juga dilakukan kemoterapi, karena kanker yang hinggap di kaki Misih sudah sangat berbahaya,” tambahnya.
Menurutnya, yang penting keluarga sudah setuju semua untuk dilakukan amputasi.
“Rencananya sih Senin atau Selasa, 24 atau 25 April. Nanti akan kami amputasi,” ucap dia. (Tio)






























