Timi Saschi, Belajar Design Online Dengan Biaya Terjangkau

BEKASI– Berbagi ilmu di bidang Fashion adalah mimpi seorang Sascha Poespo bersama Tie Metcalf, sang suami. Untuk itu di tahun 2013 lalu, keduanya akhirnya mendirikan Timi Saschi yang merupakan wadah untuk belajar fashion design dengan metode belajar online.

“Hanya ada empat kelas online di dunia dan salah satunya Timi Saschi ini. Kita buka kelas di facebook di Timi Saschi Fashion Artist, dan saat ini sedang tahapan membuka World Wide Web (situs website),” ujar Sascha kepada infobekasi.co.id.

Sejauh ini,Sascha mengungkap sudah memiliki sekitar 450 murid berusia 6 hingga 60 tahun yang belajar dan menjadi Squad Timi Saschi, bukan hanya dari Indonesia, melainkan dari negara luar, seperti canada, egyp, belanda, malaysia, singapore, saudi arabia, hongkong meski masih di dominasi masyarakat asal Indonesia.

Sascha menyebutkan bahwa dirinya membuka 9 kelas belajar online dengan menyediakan 9 modul belajar.

“Kita memang nggak menyediakan kelas untuk pola dan menjahit ya, kita menawarkan bagaimana kita membuat konsep dan menggambar design,” ucap wanita kelahiran 27 maret 1970 ini.

Untuk urusan biaya, Timi Saschi juga terbilang cukup minim dibandingkan kelas fashion design lainnya yang memiliki rate diatas 100 dollar per kelasnya. Selain itu, ia juga kerap kali membuat kelas fashion offline di berbagai Kota di Indonesia.

“Seperti yang kita tau ya, harga kelas fashion design itu kan mahal sekali. Nah, dibanding tiga lainnya, kita ratenya dibawah rata-rata, hanya 75 Dollar atau setara 750 ribu per modul. Kalau biasanya pasti sudah 100 dollar per modul,” ujar Sascha.

Dirinya menceritakan, telah berkecimpung di  dunia fashion sejak lama sekali. Mengingat pamannya, Goet puspo merupakan seorang fashion designer ternama di sidney selama 30 tahun.

“Ibaratnya saya dulu dari buka mata juga sudah lihat design. Jadi dari kecil sudah suka dan berlanjut ditekuni hingga saya belajar di beberapa negara juga, seperti Amerika” imbuhnya.

Wanita yang sempat menjadi desainer perhiasan selama 10 tahun ini lebih suka disebut desain creator.

“Di kepala saya ide banyak sekali. Saya ga mau dibilang fashion desainer karena buat saya perlu proses dan kerja team karena banyak pihak yang terkibat,”tuturnya.

Ia mengatakan, dalam mengenyam pendidikan desain membutuhkan biaya yang tidak murah. Kami punya mimpi Timi Saschi bisa sampai ke plosok Indonesia yang ingin belajar fashion tapi dengan biaya terjangkau.

Ia berharap, kedepan dapat membuat fashion gallery yang nantinya diisi hasil karya desain para seniman.

“Ini salah satu mimpi saya. Semua karya seniman-seniman kita pamerkan disana,”Pungkasnya.(sel)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini