Pemilik Angkot ber-AC : Biaya Modifikasi Ditanggung Pak Dirjen

BEKASI SELATAN – Pemilik angkot K-02 jurusan Pondok Gede – Terminal Bekasi, Haiva Rosi, yang merupakan angkot ber-AC pertama di Kota Bekasi mengaku biaya modifikasi angkot miliknya ditanggung Dirjen Transportasi Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar sebesar Rp 15 juta.

Kepada infobekasi.co.id, ia menceritakan bagaimana sampai angkot miliknya dipilih sebagai percontohan Angkot ber-AC pertama di Kota Bekasi. Awalnya, kata Rosi, ide menjadikan angkot ber-AC dimulai ketika dia bersama rekan-rekan pengusaha angkot melakukan pertemuan dengan Dirjen Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, di  Sebuah restoran yang terletak di Summarecon Bekasi.

“Pertemuan tersebut gara-gara masalah keberadaan transportasi online menurunkan pendapatan pengusaha angkot. Disana saya diminta menceritakan keluhannya, ya saya ceritakan saja,” ungkapnya, Senin (15/5).

Lalu kata Rosi, Dirjen Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto Iskandar menawarkan pemasangan AC di angkot miliknya, tujuannya agar dapat bersaing dengan transportasi online dari segi fasilitas yang nyaman bagi penumpang.

“Pak Dirjen menawarkan, gimana kalau angkot ibu dipasang ac? Ya saya jawab ya maulah pak. Apalagi biaya untuk angkot percontohan ini kan ditanggung pak dirjen. Tiga hari berselang langsung direalisisikan” ucap dia.

Dia melanjutkan, tujuan utama dijadikan angkot miliknya ber-AC untuk memicu pemilik angkot lain agar menerapkan konsep yang sama agar dapat bersaing.

“Di angkot ber AC ini fasilitasnya banyak, yaitu AC, karpet, gorden, pewangi ruangan, tape, sama TV. Pokoknya dibuat senyaman mungkin lah seperti ruang tamu,” pungkasnya. (sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini