Tak Gundul, Puluhan Pegawai Pemkot Diberi Sanksi Saat Apel

BEKASI SELATAN – Puluhan Pegawai Pemerintah Kota Bekasi diberi sanksi saat pelaksanaan apel pagi, Senin (12/6) akibat tidak kompak dalam menggunduli kepala saat Kota Bekasi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) beberapa waktu lalu.

“Ini contoh ilustrasi. Mental yang dibangun adalah konsen organisasinya. Masa kepala dinas plontos, bawahan tidak ikuti. Ini kan terkait perilaku. Jiwa kebersamaan terkait kepemilikan suatu organisasi sangat penting. Kalau nggak kompak gini, kalau jadi tentara sudah meninggal semua ini,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Ia menyebutkan, beberapa dinas yang terkena sanksi diantaranya adalah BKD, Satpol PP, serta Dishub.

“Dishub paling banyak, satpol juga ada, bahkan BKD yang menangani kegiatan fungsi kedisiplinan juga masih ada aja yang kena,” imbuhnya.

Sementara itu, usai pelaksanaan apel, Kepala Dinas Perhubungan Yayan Yuliana langsung mengambil alih pemberian sanksi berupa push up terhadap 14 pegawainya di Dinas Perhubungan.

“Udah diperintahkan nggak nurut. Kan ini untuk membangun jiwa korsa. Tapi udah di wa, dari pemerintah melalui sekdis, kabid dan lainnya, tapi masih bgitu aja berarti kan dia tidak melaksanakan perintah. Kita 14 orang dan terbanyak,” ungkap Yayan.

Ia mengatakan bahwa akan memberi teguran tertulis dan meminta ke 14 pegawainya untuk segera menggunduli kepala.

“Besok saya minta mereka gundul. Saya kan besok ada apel pasukan juga, jadi kita lihat. Yang lain aja bisa gundul masa kita nggak. Yang pasti kita akan kasi teguran tertulis,”pungkasnya. (sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini