Infobekasi.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna mengatakan Proyek pembangunan underpass Cibitung ditargetkan rampung pada akhir 2021. Proyek ini untuk menghilangkan perlintasan sebidang di jalan raya H. Bosih, Desa Wanasari, lokasi mobil tertabrak kereta api yang menyebabkan tujuh orang tewas.
“Jika underpass selesai tentunya dapat menghilangkan kecelakaan di perlintasan pintu kereta api,” kata Yana di Cikarang, Senin (23/12).
Underpass Cibitung dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan. Lebarnya 37 meter dan terbagi atas dua jalur dengan panjang 400 meter. Membentang dari sisi selatan ke utara. Karakteristik underpass ini hampir sama dengan underpass Tambun.
“Pemerintah daerah dibebankan untuk membebaskan lahan, sedangkan konstruksi ditanggung oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menyebut pembangunan underpass itu menelan anggaran sebesar Rp125 miliar yang bersumber dari APBN. Sistem pembangunan menggunakan tahun jamak.
Kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang terjadi di Desa Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Sabtu malam jam 22.00. Tujuh orang tewas dalam kejadian itu.
Mobil tersebut jenis Daihatsu Sigra B 1778 FZI warna biru. Tujuh orang penumpang yang tewas adalah Watinah, 50 tahun, Santi, (30), Didit (12), Yanto, Bahrudin (51), Syarufudin, (49), dan Yanda, (32).
Mereka adalah warga Jalan Arjuna III Nomor 34 RT 07 RW 07 Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Kecelakaan bermula pengemudi mobil diduga tak menghiraukan peringatan dari warga. Padahal alarm sudah bunyi dan palang perlintasan sudah tertutup.
Reporter: Muhammad Al Akhbar





























