Bangunan Bersejarah di Bekasi Didesak Masuk Kurikulum Sekolah

Infobekasi.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, mengusulkan agar keberadaan lokasi bersejarah di Kota Bekasi masuk ke dalam pembelajaran ekstrakurikuler sekolah di wilayah setempat.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswanya mengenai hal tersebut,” kata Dariyanto, Selasa (10/3).

Menurut dia, untuk mengimplementasikan hal tersebut, pihak sekolah melalui tenaga pendidiknya bisa memperkenalkan lokasi bersejarah di Kota Bekasi. Hal itu bisa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ada di lingkungan sekolahnya.

“Jika tidak masuk ke dalam kurikulum, minimal bisa diperkenalkan melalui kegiatan ekskul sekolah,” katanya.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, mengusulkan agar dibangun museum sejarah di Kota Bekasi. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya sejumlah lokasi bersejarah di Kota Bekasi, mulai dari Gedung Papak, bangunan RSUD Kota Bekasi, Monumen Kali Bekasi, Tugu Perjuangan dan sebagainya.

“Di Kota Bekasi sendiri juga banyak bangunan bersejarah yang bisa dipelajari. Untuk itu saya mengusulkan dibangunnya museum sejarah, padahal usulan itu sudah digaungkan sejak tahun 1970 yang lalu,” katanya.

Ia mendesak agar Pemkot Bekasi beserta dinas terkait, sekolah dan guru untuk memasukan kurikulum tambahan mengenai pengetahuan lokasi bersejarah di Kota Bekasi.

Menurut dia, saat ini kemajuan teknologi berupa gadget bisa dijadikan sarana pendukung, baik bagi siswa maupun warga Kota Bekasi untuk mengakses informasi mengenai lokasi bangunan bersejarah tersebut.

Sehingga bagi pelajar sendiri bukan hanya datang dan mengunjungi lokasi, namun proses dibangunnya hingga berdiri seperti saat ini bisa mereka ketahui melalui gadget tersebut.

“Sekarang kan ada yang namanya gadget, jadi hal ini bisa dipergunakan untuk mengakses informasi dan ilmu pengetahuannya,” usulnya.

Reporter: Giri Sasongko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini