Infobekasi.co.id – Jalan raya Tambun-Tambelang yang berada di Desa Mekarsari dan Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, setiap hari basah kendati tidak hujan. Air mengalir di atas jalan raya. Warga menyebut jalan basah karena “salju meleleh”.
“Air akan keluar dari dalam tanah dan mengalir di jalanan, terutama saat pagi dan sore hari,” kata Enjah Ketua RT Kampung Kobak Desa Mekarsari, Rabu (15/7).
Air yang keluar dari dalam tanah itu adalah air limbah kamar mandi milik warga di dua desa tersebut yang salurannya tidak ada. “Air kamar mandi, pakai paralon dialiri ke saluran jalan yang tidak berfungsi,” lanjut Enjah lagi.
Kepala Urusan Pembangunan Desa Mangunjaya, Sarwadi, mengatakan sudah berkali-kali diusulkan ke pemerintah, mulai dari musyawarah pembangunan (Musrembang) tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
”Sampai sekarang belum ada tanggapan,” ujarnya.
Pemandangan “salju meleleh” itu dan terkadang bau yang ditimbulkan pun beraroma tidak sedap itu terlihat jelas di pertigaan Papan Mas, setelah underpass Tambun dan sepanjang Jalan Tambun Tambelang sejauh 2 KM, serta pertigaan Jalan Pendidikan arah Kantor Desa Mangunjaya.
Air limbah ke luar dari dalam tanah mengalir di atas jalan raya.
Warga berharap, mestinya calon Kepala Desa Mangunjaya punya program untuk memperbaiki saluran, jika dia terpilih, “Belum ada yang memprogramkan itu, padahal saluran sangat penting,” kata Bolot S, Ketua RT 003/02, Mangunjaya.
Reporter: Saban






























