Wali Kota Bekasi Bicara Ruang Isolasi di RS Hampir Penuh
Infobekasi.co.id – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengaku prihatin menyusul ruang isolasi di rumah sakit swasta yang hampir penuh akibat meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah setempat. Imbasnya, pasien umum mengalami penurunan karena khawatir tertular virus corona.
“Covid-19 ini kan termasuk bencana nasional dan mungkin bencana dunia dengan adanya situasi pandemi ini,” ucapnya pada Rabu (2/9).
Beberapa di rumah sakit swasta tipe B, menurut dia, pasien membludak karena ada satu sistem pelayanan yang ditetapkan oleh rumah sakit.
“Sehingga orang tidak khawatir lagi pada saat diketemukan adanya pasien positif. Seperti ada pasien yang masuk ruang isolasi khusus dengan standar pasien normal dan dia masuk ke IGD yang disediakan, sehingga tidak perlu ada rasa kekhwatiran dalam proses penanganannya,” jelas Rahmat.
Dengan sistem yang ketat itu, kata dia, apabila ada orang yang sakit hendak datang ke RS untuk berobat, tidak perlu ada kekhawatiran.
“Sebab nanti dia akan terkonfirmasi pada persoalan dirinya itu positif. Maka dari itu, inilah yang perlu dilakukan oleh pihak Dinkes untuk memberikan penyuluhan dan memberikan kaidah SOP kepada masyarakat agar tidak terlalu panik akan persoalan Covid-19 yang ada,” imbuhnya.
Untuk mencegah kekhawatiran itu, pihaknya akan mensosialisasikan penanganan pasien di rumah sakit melalui PKK.
“Saya sama Pak Kapolres baru saja ikut turun ke lapangan mensosialisasikan bagaimana protokol kesehatan yang tetap menggunakan masker, hand sanitizer, jaga jarak, juga melacak pada proses kluster transmisi yang ada di RW,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho mengonfirmasi bahwa kapasitas ruang isolasi di rumah sakit swasta sudah hampir penuh. Dengan rincian sudah 90 persen lebih fasilitas ruang isolasi di rumah sakit swasta terisi.
Kontributor: Denny Arya Putra
