Infobekasi.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat didesak segera melakukan normalisasi Sungai Cikeas dan Cileungsi hingga Sungai Bekasi. Demikian disampaikan Anggota DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary.
“Janji yang sudah disampaikan pada tahun 2020 lalu sampai saat ini belum jelas kapan realisasinya,” kata Latu pada Senin (8/2).
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWSCC) menyebut telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 4,7 triliun untuk proyek normalisasi sungai di Bekasi. Ia mendesak anggaran ini supaya cepat diserap.
“Sementara saat ini seperti yang kita ketahui sudah kembali memasuki musim penghujan, sementara warga kota Bekasi sudah kembali dilanda kecemasan akan terjadinya banjir besar dalam sejarah Kota Bekasi seperti awal tahun 2020 kemarin,” tambah Latu.
Karena itu, ia mendesak supaya pemerintah kota pro aktif dalam menagih janji dari Kementerian PUPR dan duduk bersama-sama antara semua stakeholder terkait untuk bisa merealisasikan hal tersebut.
“Komisi II, DBMSDA, PUPR melalui BBWSCC dan KP2C serta seluruh stakeholder terkait harus bisa bersama-sama membahas peta desain penanganan banjir khususnya di kota Bekasi,” kata pria yang akrab disapa Bang Jampang ini.
Ia mengingatkan supaya penanganan banjir di Kota Bekasi tidak berlarut-larut tanpa adanya kejelasan. Menurut dia, normalisasi sangat penting karena menurut dia, normalisasi terakhir di tahun 1973 atau sudah 48 tahun yang lalu.
“Pembuatan banjir kanal seperti halnya di Jakarta dan juga di Kota Semarang, peningkatan serta penguatan tanggul dan yang terakhir adalah perbaikan sistem drainase,” kata dia. (fiz/adv)






























