Infobekasi.co.id – Dinas Pendidikan Kota Bekasi memastikan untuk kapasitas ruang kelas dalam pembelajaran tatap muka (PTM) maksimal masih 50 persen, meski wilayah ini masuk level 2 PPKM. Hal itu dikarenakan pihaknya masih mengacu kepada penerapan SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
“Untuk sementara ini bagi kapasitas proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bekasi masih sebesar 50 persen atau untuk satu kelasnya hanya berisikan 18 orang siswa saja
dan belum ada penambahan untuk jumlah kapasitasnya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Inayatulah ketika dihubungi infobekasi.co.id melalui sambungan selularnya, Kamis (21/10) Siang.
Inayatulah mengatakan tidak adanya penambahan bagi kapasitas siswa dalam proses pembelajaran, dikarenakan untuk wewenang tersebut, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemenristek) mengenai hal ini, apakah mereka berencana untuk melakukan penambahan kapasitas proses pembelajaran atau tidaknya.
“Kita masih menunggu untuk arahan lebih lanjutnya dari mereka (Kemenristek), Sebab untuk naungan ini berada di ranah mereka sebagai pelaksana dunia pendidikan,” jelasnya.
Ia melanjutkan meski saat ini Kota Bekasi melalui PPKM Level 4, Kini sudah berada di posisi Level 2 dalam kategori leveling, pihaknya juga turut
menghimbau kepada para orang tua wali murid agar senantiasa turut melakukan pengawasan terhadap putra dan putrinya ketika tidak pada proses kegiatan belajar mengajar. Hal itu dilakukan agar siswa tidak terpapar Covid-19.
“Saya ingatkan agar untuk kepada semua pihak termasuk Orang Tua Wali Murid ini juga turut serta melakukan pengawasan terhadap anak saat diluar jam sekolah, karna masih terjadinya Pandemi Covid-19,” terangnya.
Dikatakannya kembali, pengawasan tersebut harus dilakukan, karna pada saat diluar jam sekolah merupakan hal yang sangat mengkuatirkan bagi para anak-anak dan sangat perlu untuk dilakukan pengawasan.
“Ada laporan masih ditemukannya selepas jam pulang sekolah peserta didik masih suka berkumpul dan tidak langsung pulang ke rumah,” ujarnya.
Sesampai, kata dia atas adanya hal ini, dirinya meminta kepada orang tua agar bisa memberikan edukasi kepada para peserta didik dan dapat memanfaatkan waktu diluar jam sekolah untuk bisa belajar di dalam rumah.
“Tetap awasi anak, jangan biarkan anak ini keluar atau bermain ke tempat keramaian, manfaatkan, waktu di rumah untuk belajar. Kalau di rumah tetap dibiarkan keluyuran, sama saja bohong, tidak ada efek juga, apabila tidak di dukung untuk melakukan pengawasan dari orang tuanya,” kata dia
Kontributor : Denny Arya Putra








































